JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Aliansi Mahasiswa Peduli Jambi (AMPJ) geruduk kantor dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi mempertanyakan perusahaan Tambang Batubara yang beroperasi di Rengkiling Kabupaten Sarolangun ke dinas ESDM.
Mereka menilai banyak perusahaan yang melanggar aturan. Itu disampaikan Koordinator Aksi Erdika Putra. Kata Dia, Perusahaan di Rengkiling diduga memindahkan aliran sungai tempat warga sekitar beraktivitas sehari-hari.
Akibat pemindahan itu, warga yang sehari-hari mandi di sungai mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya.
"Ini sangat menggangu warga. Warga sangat resah dengan ulah perusahaan tersebut," kata Erdika.
Ada dua perusahaan yang diduga menjadi penyebab tercemarnya lingkungan, yakni, PT. Seluma Prima Coal (SPC) dan PT Marlin Serantau Alam (MSA).
Masih kata Erdika, pihaknya sebelum ini sudah melakukan demo ke pemerintahan Sarolangun, di sana BLH telah mengeluarkan statemen bahwa perusahaan tersebut telah mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan warga.
Akibat limbah tersebut, banyak kebun karet lebih dari tiga hektar kebun karet warga mati dan tidak bisa difungsikan lagi. "Kebun karet mati, air jadi keruh dan menimbulkan penyakit gatal-gatal," pungkasnya.(nur)
