JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Selasa (13/01) hari ini, bertempat di Gedung nasional Kota Sungai Penuh, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kerinci melakukan pencabutan nomor urut paslon yang akan bertarung di Pilkada Kerinci 2018 nantinya.
Pantauan dilapangan, dalam pencabutan nomor urut tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat Kepolisian Resort Kerinci.
Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto, mengatakan bahwa ada beberapa kerawanan yang bisa memicu terjadinya konflik nantinya, terutama adanya tim sukses yang pada acara nantinya saling ejek yang bisa menimbulkan masalah. "Ini bukan masalah memperebutkan nomor urut antar paslon, yang kita ragukan adanya konflik antar tim sukses karena saling ejek," sebutnya.
Dalam upaya mengantisipasi permasalahan tersebut, dia menegaskan akan menurunkan 250 personil kepolisian untuk pengamanan dilokasi pengundian nomor urut di gedung Nasional Sungai Penuh. Selain itu, pihaknya memberlakukan sistem pengamanan berdasarkan hasil rapat dengan KPUD kerinci dan instansi terkait.
"Yang boleh masuk 50 orang, kita yakin yang datang pasti lebih 50 orang dari masing-masing paslon. Makanya kita buat Tiga ring, untuk ring pertama paslon, ring kedua rombongan paslon 50 orang, selebihnya tidak boleh masuk area parkir," jelasnya.(adi)