JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Tahun 2018, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jambi merawat 78 orang pasien terlantar. Pasien-pasien itu ditemukan tidak mendapatkan perhatian dan ditelantarkan oleh keluarganya.
Direktur Utama RSJ Provinsi Jambi, dr. Hernayawati, dikonfirmasi usai dengar pendapat dengan DPRD Provinsi Jambi mengatakan, untuk biaya pasien yang terlantar saat ini ditanggung RSJ Provinsi Jambi. Biaya pasien gangguan jiwa yang terlantar itu cukup besar.
Untuk makan per hari per-pasien dianggarkan Rp 25 ribu. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan lainnya, seperti, kebutuhan bulanan.
Itu belum termasuk pakaian, dan kebutuhan lainnya. Kalau wanita itu perlu bedak dan make up dan semuanya ditanggung kita, kata Hernayawati.
Beberapa pasien, Ia mengaku mengetahui jika Ia masih memiliki keluarga. Dikatakan oleh Hernaya, namun, keluarganya tidak bisa menerima lagi. Alasan yang disampaikan beragam, ada yang bilang tidak mampu untuk mengurusi dan ada faktor ekonomi.
Pasien yang ditanggung itu kebanyakan adalah pasien yang tidak diketahui lagi keluarga dan alamat tinggalnya karena mereka diambil oleh Dinas Sosial di Jalanan, pungkasnya. (nur)
