iklan Pemasangan pita hitam kepada guru SMK Satria Kota Jambi yang disaksikan ratusan siswa dan para guru.
Pemasangan pita hitam kepada guru SMK Satria Kota Jambi yang disaksikan ratusan siswa dan para guru.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, guru SMAN 1 Torjun Sampang, yang diduga dianiaya muridnya menyisakan duka mendalam bagi guru yang ada di seluruh penjuru tanah air. begitu juga guru di Jambi. 

Sebagai bentuk duka cita atas kejadian yang menimpa guru Budi, SMK Satria Jambi menggelar peringatan moment itu dengan pengikatan pita hitam. Kegiatan itu dilakukan usai pelaksanaan upacara bendera, Senin (5/2), diikuti oleh seluruh siswa dan guru SMK Satria Jambi.

Pengikatan pita hitam secara simbolis dilakukan oleh siswa kepada Kepala SMK Satria dan Wakil Kepala SMK Satria. Kemudian dilanjutkan pengikatan dari Kepala SMK Satria kepada guru dan guru kepada siswa. Disaksikan oleh ratusan siswa dan para guru, peringatan ini berlangsung khikmad.

Kepala SMK Satria Jambi, Dr. Drs. Ade Kusmana, M. Hum mengatakan, peringatan ini sebagai moment turut berbelasungkawa atas meninggalnya guru di Sampang Madura. Terlebih lagi, peristiwa ini terjadi akibat kekerasan siswa.

Tujuan utamanya adalah mengambil hikmah dibalik kejadian itu serta mengarahkan siswa agar peristiwa seperti itu tidak terulang kembali. Di Jambi khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Dalam hal ini Dia menekankan kepada siswa didik untuk bersikap sopan santun terhadap guru. Karena guru ada orang tua ke dua bagi siswa yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga hal-hal berharga lainnya.

Tujuannya untuk menunjukkan bahwa kita turut berbelasunhkawa, apalagi kita adalah seorang guru. Sangat prihatin dengan kejadian itu, pungkasnya. (azz)


Berita Terkait



add images