JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Kebijakan mpor berbagai komoditi pangan seperti beras, gula dan garam yang dilakukan pemerintah membuat petani malas berproduksi.
Penilaian ini disampaikan Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) kemarin (20/1) di saat Diskusi dengan berbagai kelompok tani di Jambi.
Menurutnya kebijakan impor 500 ribu ton beras, lalu mendatangkan 1.8 juta ton gula, serta 1.5 ton garam bukti tidak keberpihakan pemerintah pada produktivitas pangan nasional dan nasib para petani.
"Asumsi untuk mengatasi kelangkaan pangan nasional bukan dengan jalan membuka impor secara besar - besaran, tapi harus membuka jalan kemandirian pertanian dan industri hilirnya."
Karena dampak langsung dari Impor pangan adalah turunnya harga jual produksi petani kita, sekarang saja petambak garam di Madura dan daerah pesisir lainnya sudah mengeluh karena garam produksi mereka jatuh harganya, jelas Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Keluhan yang sama juga dirasakan industri gula nasional yang berhulu pada petani tebu, sekarang banyak dari mereka harus menelantarkan kebun tebunya, karena pabrik tidak mau membeli panen mereka, sikap pabrik ini karena stok gula mereka tidak bisa dilepas ke pasar karena harga gula impor lebih murah.
Sedangkan di sektor pangan terbesar yakni padi, tokoh yang lama mengeluti dunia usaha ini mengatakan harga jual juga jatuh karena impor yang dilakukan pemerintah dilakukan saat petani mau panen.
Muara dari berbagai kebijakan impor pemerintah tersebut membuat petani kita malas berproduksi, karena tidak proteksi akan produk dalam negeri.
"Petani malas untuk produksi, karena pemerintah tidak memproteksi produk pangan lokal, akibatnya ketergantungan kita terhadap produk pangan luar menjadi tidak terkendali."
Semestinya pemerintah harus membatasi impor pangan secara ketat, meskipun ada sedikit kenaikan harga pangan, namun kenaikan itu dinikmati petani, asal supply dan demand bisa di kelola oleh pemerintah, jangan seperti sekarang, harga jatuh akibat impor dan petani tidak mau mengurus lahannya, tandasnya.(*/wan)
