JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Profil lulusan perguruan tinggi dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Penyesuaian itu berupa kualitas yang sesuai dengan tantangan zaman.
Pernyataan ini disampaikan pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika berbicara tentang persapan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 di Jakarta, Rabu (17/1) kemarin.
"Sarjana yang dihasilkan PTN atau PTS bukan hanya dituntut untuk berkualitas secara moral dan intelektual, tetapi juga harus menguasai keterampilan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, dewasa ini masyarakat sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi hidup di zaman teknologi dan arus informasi yang sedemikian cepat. Akibatnya penguasaan IT dan bahasa asing oleh sarjana menjadi mutlak di perlukan.
Dalam upaya menjawab tantangan ini, SAH meminta kampus di tanah air ketika menyusun rencana strategis (Renstra) pengembangan mutu lulusan dengan penguasan IT dan bahasa asing sebagai profil lulusan yang dihasilkan.
Di samping itu SAH mengatakan peran pemerintah dalam hal ini harus lebih nyata, baik berbentuk regulasi aturan yang melandasi hingga pendampingan melalui skema program hibah kepada perguruan tinggi.
"Salah satu tantangan yang paling dekat untuk dilakukan adalah pembenahan kurikulum dari masing-masing program studi atau jurusan," sebutnya.
Kedepan prodi di kampus harus akseptabel terhadap pembelajaran IT dan bahasa asing secara lebih terstruktur dalam proses pembelajaran di tiap PTN / PTS. "Sehingga ke depan akan perubahan signifikan akan mutu lulusan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan zaman," pungkasnya. (aiz)
