iklan Sekretaris DPD PAN Kota Jambi Widodo
Sekretaris DPD PAN Kota Jambi Widodo

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Aroma persaingan diinternal DPD PAN Kota Jambi mulai kental terasa usai ditinggalkan Zumi Laza pada pertengahan November lalu. Sejumlah kader sudah ambil ancang-ancang menggantikan jabatan yang pernah diemban adik kandung Gubernur Jambi, Zumi Zola tersebut.

Setidaknya ada tiga nama yang bermunculan dan mendapatkan dukungan diakar rumput. Mereka adalah Wiwid Iswara, Wahyudi, dan Rusli Kamal Siregar yang saat ini tengah menjadi plt Ketua DPD PAN Kota Jambi.

Nama Wiwid muncul mengingat dirinya pernah digadang-gadang menjadi pimpinan partai berlambang matahari biru pada Musda kemarin. Ditambah lagi, Wiwid merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi yang maju dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Jambi.

Tidak jauh berbeda dengan Wahyudi yang merupakan anggota DPRD Kota Jambi dari fraksi PAN. Ia juga merupakan pengurus DPD PAN Kota Jambi yang memegang posisi strategis.

Begitu pula dengan Rusli Kamal Siregar, politisi senior yang telah malang melintang membesarkan partai yang dinahkodai Zulkifli Hasan (Zulhas). Secara kapasitas, sosok Rusli Kamal Siregar tidak bisa diragukan lagi.

Sekretaris DPD PAN Kota Jambi, Widodo tidak manampik tiga nama ini akan muncul menjadi pimpinan partai. Karena untuk menjalankan roda organisasi, partainya harus memiliki ketua defenitif.

Sudah ada yang muncul. Siapa-siapa orangnya nanti saja karena baru wacana dari arus bawah, ujarnya.

Ia mengatakan saat ini tengah mempersiapkan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Rencananya Msudalub ini akan dilakukan akhir Desember mendatang. Rencannya akhir Desember ini sudah defenitif. Insya Allah hari ini kita rapat di kantor DPD, ungkapnya.

Pertemuan ini, kata Widodo, untuk membentuk panitia sekaligus menetapkan jadwal Musdalub. Jika ini berjalan, maka pendaftaran calon ketua DPD PAN Kota Jambi juga dibuka. Nanti kita bentuk panita, baru setelah itu pendaftaran. Nah nanti akan terlihat, katanya.

Menurut Widodo, ketua defenitif  harus sudah terbentuk Januari. Karena surat dukungan untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus diteken ketua terpilih.

Surat di KPU nanti harus diteken ketua defenitif. Makanya kita kebut untuk menyelesaikan ini, bebernya.

Apakah dirinya akan maju di Musdalub? Widodo mengatakan jika dirinya belum berpikir sejauh itu. Baginya yang terpenting bisa mengabdikan diri dan menyelesaikan tugas yang diamanahkan padanya. Kita lihat saja nanti, kalau sekarang ini belum berpikir sampai kesana, pungkasnya. (aiz)

 


Berita Terkait