JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Kesenjangan ekonomi antara kaya dan miskin disebut-sebut banyak pihak menjadi akar radikalisme. Bahkan Ketua MPR Zulkifli Hasan secara tegas menyebutkan semua itu dalam berbagai kesempatan.
Wasekjen DPP PAN, Dipo Ilham Djalil juga tidak menampik kesenjangan menjadi salah satu factor radikalisme. Maka, mengurangi kesenjangan itu menjadi salah satu pengcegah yang ampuh.
Dalam beberapa penelitian tidak bisa kita pungkiri kesenjangan menjadi factor radikalisme. Jadi saya pikir keadilan sosial akan menekan angka kekerasan, ujarnya.
Sehingga pemerataan ekonomi harus menjadi prioritas bagi para pemangku kekuasaan. Tentunya semua itu dengan mengeluarkan kebijakan yagn betul-betul pro terhdap rakyat. Saya pikir kebijakan itu ada pemerintah saat ini, tegasnya.
Disamping itu, juga diperlukan adanya rumusan sehingga kebijakan dan partisipasi pengusaha serta gerakan ekonomi warga untuk merebut kesempatan dalam mengurangi kesenjangan dan mengatasi kemiskinan. Data yang ada menunjukkan, empat orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan lebih dari 100 juta penduduk Indonesia. Kesenjangan antara kaya dan miskin secara kumulatif juga menunjukkan tren yang kian tinggi, pungkasnya. (aiz)
