iklan Pendidikan Politik Gerinda.
Pendidikan Politik Gerinda.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Jambi bekerja sama dengan Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (PD TIDAR) Jambi, Jumat (24/11) kemarin melaksanakan pendidikan politik kepada generasi muda dan mahasiswa.

Acara diskusi dan bedah buku Paradoks Indonesia pemikiran H. Prabowo Subianto yang dilaksanakan di Hotel Grand Abadi tersebut, diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jambi.

Hadir sebagai pembicara bedah buku tersebut BahtiarSebayang, SE Wakil Ketua Pengurus Pusat Tidar, Muhammad Arqon, SH. MH Tenaga Ahli DPR, serta di moderatori Ardian Fikri aktivis Trisakti Jakarta.

SAH dalam sambutannya ketika membuka acara memberi apresiasi dengan upaya yang dilakukan Tidar selaku sayap partai Gerindra.

"Saya sampaikan terima kasih atas jerih payah yang dilakukan PD Tidar Jambi untuk melakukan acara bedah buku pemikiran H. Prabowo Subianto Paradoks Indonesia, di sinilah saya melihat adinda Rocky Candra selaku ketua PD Tidar memiliki kepeloporan dalam memimpin anak - anak muda yang tergabung dalam Tidar."

Rocky Candra, SE selaku ketua PD Tidar Jambi sendiri menjelaskan acara bedah buku yang dilakukan merupakan bagian dari pendidikan politik untuk kader - kader muda partai dan generasi muda lainnya untuk memahami situasi bangsa hari ini.

"Acara ini merupakan bagian dari pendidikan politik bagi anak - anak muda Jambi untuk memahami situasi bangsa Indonesia saat ini. "

Dalam acara bedah buku tersebut nampak jelas situasi Indonesia hari ini, dimana keadilan ekonomi makin hilang dari bumi pertiwi, di mana 92 persen ekonomi kita hanya dikuasi 1 persen penduduk, jelas orang dekat ketua PP Tidar Pusat Aryo Djoyohadikesumo tersebut.

Sementara itu Muhammad Arqon selaku pembicara melakukan analisis epistemologi kondisi bangsa hari ini. Di mana mahasiswa Doktoral Ilmu Hukum Universitas Jambi melihat lemahnya penegakan hukum di tanah air telah membuat lunturnya sendi - sendi budaya bangsa.

"Paradoks Indonesia sebenarnya sebagai warning akan kondisi bangsa Indonesia, jika ekonomi dikendalikan segelintir orang, hukum dan budaya juga akan dikendalikan oleh kekuatan tersebut, jika ini dibiarkan akan terjadi hukum rimba, mereka yang kuat menindas yang lemah, akibatnya Indonesia akan menjadi negara gagal (failed state). "

Untuk mengantisipasi ini, Tidar selaku sayap Partai Gerindra mencoba melakukan gerakan penyadaran dan edukasi terhadap generasi muda bangsa, sehingga mereka selaku generasi penerus mengetahui kondisi bangsa, dan bersiap diri untuk melakukan perubahan, tandasnya.(*/wan)


Berita Terkait