iklan Pohon yang tumbang di kawasan Broni kemarin (17/11). F/M.RIDWAN/JU
Pohon yang tumbang di kawasan Broni kemarin (17/11). F/M.RIDWAN/JU

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Cuacaekstrem diperkirakan masih akan terjadi di Provinsi Jambi sepekan mendatang di wilayah Sumatera, termasuk Provinsi Jambi.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jambi Nurahngesti Widiastuti.

Menurutnya, ini terjadi karena terdapat tekanan rendah di Laut Papua, Laut Aceh, kemudian di Laut Jawa tepatnya  Selat Karimata, dan mengakibatkan terjadi koferegerensi di Laut Maluku Utara. Dengan demikian daerah yang dilewati akan mengalai cuaca ekstrim karena terjadi penumpukan awan, katanya.

Beberapa daerah akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi. Kemudian ketika hujan juga terjadi  angin kencang. Selain itu juga ada potensi petir akibat terjadinya siklus ini.

Lanjut, Nurahngesti, saat ini Jambi sudah memasuki musim penghujan. Namun hujan yang terjadi masih dalam kategori hujan ringan, dengan durasi waktu yang tidak lama. Dengan keadaan hujan yang seperti ini, menyebabkan longsor, bagi daerah yang rawan longsor, katanya.

Terkait  kejadian yang terjadi kemarin, Nurahngesti mengatakan, Jambi dilanda  cuaca ekstrim dengan hujan lebat dan angin kencang. Untuk hujan, kata Nurahngesti masih tergolong normal.

Sementra untuk angin, masuk kategori ekstrim. Pasalnya angin yang terjadi kemarin mencapai kecepatan maksimum 29 knot. Menurutnya untuk di Jambi kecepatan angin 10 knot, sudah termasuk kencang.

1 knot itu sama dengan 1,8 km/jam. Dengan demikain kemarin Jambi dilewati angin dengan kecapatan sekitar 57 Km/jam. Kejadian ini mengakibatkan pohon tumbang, dan atap rumah rusak, jelasnya.

Untuk daerah terdampak akibat angin yang terjadi, adalah  Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjab Timur dan Tanjab Barat, Kota Jambi.  Untuk ombak di Pantai Timur Jambi masih tergolong normal.

Ketinggian maksimal yang akan terjadi sekit 1 M. namun demikinan ia memperingatkan para nelayan untuk tetap berhati-hati, katanya.

Nurahngesti menghimbau kepada masyarakat unutk selalu waspada dan meperhatikan perubahan cuaca yang terjadi. Kemudian untuk masyarakat atau insatnsi yang memiliki pohomn besar diharapkan melakukan pemangkasan.  Pemangkasan ini dimaksudkan untuk menguragi jumlah tekanan angin, himbaunya.

(nur)

 


Berita Terkait



add images