iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara Yudisium ke-79 Program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma Universitas Jambi (16/11) kemarin, Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuka peluang dan tantangan tersendiri bagi sarjana baru.

Hal ini disampaikannya ketika memberi sambutan di Gedung Ratu Convention Centre (RCC) di hadapan ribuan peserta yudisium dan wisuda kampus terbesar di Provinsi Jambi tersebut.

"Era MEA membuka peluang dan tantangan bagi lulusan perguruan tinggi, bagi sarjana baru ini merupakan kesempatan untuk memasuki pasar tenaga kerja profesional di Asia Tenggara, tantangannya siapkah kita bersaing dengan tenaga kerja dari kampus lain baik dari Indonesia dan perguruan tinggi dari negara di Asean."

Dalam acara yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, Prof. Ainun Naim, MBA, P.hD itu, SAH mengatakan kesiapan lulusan suatu perguruan tinggi untuk bersaing di MEA merupakan tantangan yang harus dijawab setiap perguruan tinggi, termasuk dalam hal ini Universitas Jambi.

Dalam rangka menjawab tantangan itu SAH mengatakan Unja kini telah beralih status menjadi Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan.

"Salah satu keuntungan dengan status BLU Unja memiliki keleluasaan mengelola sendiri pemasukan tanpa harus masuk ke rekening menteri keuangan, sehingga segala perencanaan bisa dilakukan dengan cepat, karena keuangan diatur sendiri secara mandiri."

Terkait dengan tantangan pendidikan tinggi ke depan, pentolan komisi pendidikan DPR meminta Unja fokus pada usaha memperbaiki akreditasi pada prodi, sehingga ada peningkatan mutu yang signifikan dari lulusan.

"Mutu kampus itu tergambar dari akreditasi yang dimilikinya, sekarang idealnya tiap prodi minimal terakreditasi B atau A, sehingga ada jaminan mutu yang bisa di rasakan masyarakat dan pengguna jasa kampus, tandasnya. 

(ist)

 


Berita Terkait



add images