iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi ditawarkan mendapat bantuan embung atau kolam retensi dari Pemerintahan Jepang (JICA). Ada 22 titik embung yang ditawarkan dengan anggaran Rp 170 M.

Namun demikian, Pemerintah Kota Jambi diberi syarat memiliki lahan 2 haktare untuk satu Embung. Tawaran ini akan dialihakan ke Papua jika Kota Jambi tak mampu menyediakan lahan yang diminta.

Kepala Bappeda Kota Jambi, Doni Iskandar,  mengatakan, proyek ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi banjir.

Nantinya, jika disepakati, akan dibangun sebanyak 22 titik embumg dengan anggaran mencapai Rp 170 miliar. Selain untuk mengurangi banjir juga bisa dimanfaatkan untuk cadangan air minum serta mengairi persawahan.

Dirinya mengestimasikan, satu embung membutuhkan lahan seluas 2 hektare. Jika dibangun 22 titik, maka, kurang lebih membutuhkan lahan sebanyak 40 hektare.  Setidaknya kita butuh Rp40 hektare lahan kalau mau dapat proyek itu, kata Doni.

Lebih lanjut, Doni menyebutkan, tak semua lahan bisa dibangun kolam retensi atau embung. Ada kriteria khusus, seperti, air tanahnya harus dalam. Bukan lahan berpasir.  Daerah sentra pengembangan pertanian dan rawan kekeringan dan terdapat curah hujan yang cukup sebagai bahan sumber air yang dapat akan disimpan.

Untuk proyek ini kita bersaing dengan Papua. Kalau kita tidak bisa mencari lahan, otomatis bisa batal, pungkasnya. (hfz)

 


Berita Terkait



add images