iklan Mess Pemda Kerinci di Kota Jambi.
Mess Pemda Kerinci di Kota Jambi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Keberadaan mess Kerinci di Kota Jambi dalam keadaan mengkhawatirkan. Aset pemerintah Daerah (Pemda) Kerinci ini tidak mendapat perhatian. Beberapa sisi bagunan yang hampir roboh dan listrik serta air tak lagi berpungsi.

Sudah 14 tahun Muhammad Yunus Ismail menempati Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Kerinci di Jalan Sedarah RT 13 Kelurahan Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Ia bertugas sebagai tenaga honorer yang ditunjuk Pemda sebagai pengelola Mess era Bupati Kerinci Fauzi Siin.

Yunus sapaan akrab Muhammad Yunus Ismail meyebutkan tugas ini diembannya sejak 2003. Ia bekerja bersama tiga saudaranya dengan mendapat upah yang anggarkan pada APBD berikut perawatan bagunan yang merupakan aset Pemda Kerinci.

Namun beberapa tahun terakhir kondisi ini tidak lagi berjalan normal. Situasi berubah seiring transisi tampuk pimpinan beralih.
Mess Kerinci tidak lagi mendapatkan perhatian dan berada dalam kondisi mengkhawatitkan. Bagunan yang didirikan pada tahun 90 an ini kehilangan listrik dan air karena pembayaran PLN dan PDAM yang menunggak.

Beberapa sisi bangunan tidak lagi kokoh akibat termakan usia. Begitu juga kondisi sejumlah kamar yang tidak bisa berpungsi akibat diterjang putting beliung.

Jangankan soal perawatan bangunan, honor saja tidak dibayar sejak Januari hingga oktober, jumlahnya Cuma 400 ribu ujar Yunus, Senin (30/10).

Yunus mengajak jambiupdate.co, mengunjungi sejumlah kamar. Kemudian berkeliling melihat kondisi bangunan yang memang terlihat tak mendapatkan perhatian.

Ini saja sudah 4 tahun tidak diperbaiki. Padahal saya sudah menghubingi pihak terkait, kata pensiunan PM ini sembari menunjuk sisa bagunan yang tetimpa pohon kelapa.

Untuk memperbaiki semua itu, Yunus tidak bisa mengandalkan swadaya sendiri. Karena sebagai pensiunan dirinya memiliki keterbatasan ekonomi. Belum lagi harus menghidupi keluarganya. Kalau jumlahnya sedikit mungkin bisa saya atasi sendiri. Tapi kalu sudah begitu mana sanggup, sebutnya.

Untuk air sendiri dirinya harus membeli menggunakan derigen setiap harinya. Begitu juga sempat menumpang ketetangga. Air ini kita beli sendiri. Berapa tahun kita sempat tidak menggunakan listrik, katanya.

Yunus menyayangkan sikap pemerintah yang ogah peduli dan ambil pusing. Padahal Mess Kerinci sebelumnya menjadi tempat penginapan atlet dan warga Kerinci. Beberapa kali saya mengirimkan surat tapi tidak ditanggapi. ucapnya.

Akhinrya Yunus mencoba melakukan audiensi menemui anggota DPRD Provinsi Jambi dari dapil Kerinci-Sungai Penuh. Tapi hasilnya nihil, hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah Kerinci. Awal tahun kemarin kita sempat menerima kunjungan HKK, tapi hasilnya juga belum ada, pungkasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images