iklan Pengankut gas elpiji 3 kilogram melansir tabung gas dari pasar ke kepal tongkang untuk dibawah ke Tanjung Jabung Timur. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres
Pengankut gas elpiji 3 kilogram melansir tabung gas dari pasar ke kepal tongkang untuk dibawah ke Tanjung Jabung Timur. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Pengawasan pemakaian gas elpiji 3 kilogram oleh pihak terkait tampaknya masih lemah. Beberapa kalangan menengah ke atas masih saja menggunakan elpiji 3 Kg untuk kebutuhan rumah tangga.

Pemakaian menjadi tidak terkontrol. Warga miskin yang berhak menggunakan elpiji 3 Kg menjadi kesulitan. Selain sulit, harga juga jauh dari HET.

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengaku telah melaporkan masalah kelangkaan elpiji 3 Kg ke Kementerian. Itu dilakukan karena masyarakat yang berhak mendapatkan jatah gas bersubsidi merasa kesulitan untuk mendapatkannya.

Menurutnya, gas elpiji 3 kg masih banyak digunakan oleh orang kaya, pelaku usaha, seperti restoran, cafe, rumah makan dan pelaku usaha UMKM atau IKM. Ini tidak boleh, tegasnya.

Sejauh ini pemerintah belum mengalokasikan elpiji 3 Kg untuk para pelaku usaha. Jatah untuk warga miskin diambil oleh para pedagang dan orang kaya.

Saya juga berharap perhatian dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian untuk mengalokasikan gas khusus 3 kg untuk para pelaku usaha kecil menengah, pungkasnya. (hfz)


Berita Terkait



add images