JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Ernawati kini sudah berpulang. Sepenggal cerita tersisa dari istri tercinta Hasan, penjaga masjid Al Muhajirin di RT 27, Kelurahan Handil Jaya, Kecamtan Kota Baru, Kota Jambi.
Jambiupdate mencoba menyambangi Hasan di halaman Masjid Al Muhajjirin, Senin lalu (23/10).
Menurut Hasan, istrinya merupakan seorang perempuan yang sangat mengagumi sosok Wali Kota Jambi Sy Fasha. Lima hari sebelum wafat, almarhah sempat memeluk erat Wali Kota Jambi pada saat Jalan Santai Minggu (15/10) lalu.
Diceritakan Hasan, sudah sejak lama ia mengagumi sosok kepemimpinan Wali Kota Jambi Sy Fasha. Setiap melihat sosok Wali Kota, ia pasti bercerita kepada para keluarga. Meskipun hanya sekedar melihat di Televisi dan Koran.
Kekagumannya, karena sosok Wali Kota yang dinilai baik dan ramah. Cukup lama ia mengelu-elukan ingin bertemu langsung dengan Wali Kota, hingga akhirnya ia memiliki kesempatan bertemu pada jalan santai dua pekan lalu. Barisan keamanan Wali Kota diterobos oleh Almh Ernawati, demi untuk bertatap muka dan memeluk langsung sosok pemimpin idamannya. Tangisan haru tak terbendung saat ia mampu memeluk erat Wali Kota.
Sebelumnya sudah pernah ketumu pak wali, tapi cuma dapat jabatan tangan. Pada saat jalan santai itu dia bisa memluk erat pak Wali, karena memang dia ngefans dengan pak Wali, kata Hasan saaat di jumpai.
Dua hari setelah bertemu Wali Kota Jambi Sy Fasha, Istri Hasan dilarikan ke RS Abdul Manap, karena penyakit asmanya kambuh. Sempat dirawat beberapa hari, hingga akhirnya tutup usia pada Jumat siang (20/10) lalu.
Memang sering masuk Rumah Sakit. Meninggalnya Jumat (20/10) pukul 13,15 Wib, imbuhnya.
Hasan menceritakan, Istrinya tutup usia di umur 42 tahun. Di ujung usianya, alm sang Istri berpesan, agar Hasan menjaga anak, sebab masih ada anak perempuannya yang duduk di bangku SMA.
Nitip pesan untuk jago anak-anak. Dio mintak dipeluk anaknya. Dak boleh lepas pelukannya, ungkap Ayah dua anak itu.
Keseharian Hasan sebagai pembersih Masjid Al muhajirin Ia juga tinggal di Masjid. Selain sebagai pembersih masjid, ia juga membuka warung kecil di pekarangan Masjid.
Saya sama almarhum biasanya jualan disini jugo. Sudah 10 tahun kami tinggal di Masjid ni, sebutnya.
Sebagai petugas kebersihan di Masjid Al Mujahirin, Hasan digaji Rp 800 ribu per bulan. Dari penghasilan warungnya, maksimal Hasan mendapatkan Rp 500 ribu. Anak saya dua. Yang pertama laki-laki sudah berkeluarga, yang kedua perempuan masih kelas 1 SMA. Sekolah di SMA swasta. Butuh biaya, imbuhnya.
Hasan sangat berterimakasih atas bantuan dari Wali Kota Jambi Sy Fasha melalui orang dekatnya. Hanya allah lah yg bisa membalasnya. Mudah-mudahan pak Wali diberi kesehatan, kelapangan, jauh dari malabahaya. Kedepan bisa memimpin Kota Jambi kembali, imbuhnya.
Ia menilai kinerja Wali Kota Jambi Sy Fasha sudah sangat baik, mulai dari segi keagamaan, pembangunan, kesehatan dan lainnya. Kemajuan sangat pesat. Selam ini belum ada pemimpin Kota Jambi seperti ini. Sangat perhatian dengan warganya, tutur pria kelahiran 1963 itu.
Septy Fitriyani, si bungsu dari Hasan dan alm Ernawati menambahkan, saat ini ia sedang mengenyam pendidikan di SMA Yadika Jerambah Bolong. Septy sangat mengnginkan bisa pindah ke Sekolah Negri, karena ingin meringankan beban sang Ayah.
Kami pingin pindah ke Sekolah Negri, kasian bapak kalau kami sekolah di swasta. Sebulan kami harus bayar sekitar Rp250 ribu kalau di swasta. Berharap bisa dibantu pak wali, pindah ke Sekolah Negri, tuturnya.
Lebih lanjut Septy mengungkapkan, semasa hindup alamarhum sang Ibu, memang sangat mengidolakan sosok Wali Kota Jambi Sy Fasha. Septy menjadi bagian dari tempat sang almarhum bercerita.
Setiap ketemu pak Wali, pasti certo samo kami. Katanya pak wali baik, ramah, imbuhnya.
Semnta Ajismar, Pengurus Masjid Al Mujahirin mengatakan, sangat berterima kasih kepada Wali Kota Jambi yang sudah memberi bantuan terhadap keluarga Hasan. Beliau ini merupakan petugas kebersihan di masjid Muhajirin, katanya. (hfz)
