JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Dalam dua dasawarsa kedepan, ekonomi lokal di berbagai daerah Indonesia akan didominasi oleh Industri kreatif. Dimana pelaku ekonomi kreatif akan menjadi soko guru ekonomi di tingkat lokal.
Ramalan ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra ketika berdialog dengan pelaku usaha kreatif yang menjadi mitra kerja Bekraf di senayan Jakarta Kamis (19/10) lalu.
"Dalam dua dasawarsa ke depan ekonomi kreatif akan menjadi soko guru perekonomi masyarakat di daerah," ujarnya.
Pernyataan SAH berdasarkan kajian potensi ekonomi kreatif pada 33 Provinsi di tanah air. Dalam kajian itu disebutkan semua daerah Indonesia memiliki usaha kreatif secara mandiri dengan segala ke-khasan dan keunikan masing-masing.
"Pada 33 Provinsi sudah terdapat usaha kreatif yang cukup menggerakan ekonomi lokal masyarakat. Selain itu, inovasi usaha kreatif di daerah ini memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda-beda, sehingga mampu menggerakan ekonomi sebagian masyarakat di sana," katanya.
Menurut Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi tersebut potensi ini harus diikuti dengan kapasitas program dari pemerintah untuk mengembangkan skala pasar dan volume usaha kreatif. Sehingga mampu menjadi andalan ekonomi daerah secara simultan bagi sektor lainnya.
SAH mengatakan DPR khususnya Komisi X akan memberi dukungan program pengembangan ekonomi kreatif di tanah air. "Dukungan pengembangan ekonomi kreatif berbentuk program kemitraan usaha kreatif dalam rangka memperluas pasar, bantuan teknologi, permodalan hingga fasilitasi peralatan dan sumber daya lainnya," ucpanya.
Selain program kemitraan yang dilakukan Bekraf, perlu juga program penguatan usaha kreatif dalam bentuk pelatihan packing atau kemasan, pengawetan barang hingga branding produk dalam konteks pemasaran.
Hanya saja usaha kreatif di Indonesia masih perlu dibina dan dimotivasi oleh pemerintah. Selama ini pelaku ekonomi kreatif di daerah masih menjalankan usaha dalam konteks hoby atau kegemaran, belum bisa di arahkan dalam bentuk industri.
"Merubah mindset ini yang menjadi tantangan kita semua," pungkasnya. (aiz)
