iklan Pemasangan tanda peserta diklat oleh Kepala Tata Usaha BPP Jambi, Marsudi kepada perwakilan peserta.
Pemasangan tanda peserta diklat oleh Kepala Tata Usaha BPP Jambi, Marsudi kepada perwakilan peserta.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Pertanian melalui UPT BPP Jambi melaksanakan Diklat teknis cabai merah bagi penyuluh pertanian dan Diklat agribisnis kedelai bagi penyuluh pertanian yang dilaksanakan dari tanggal 17-23 Oktober 2017. Kegiatan ini juga dibarengi dengan sertifikasi profesi perbenihan bidang perkebunan dari tanggal 17-20 Oktober 2017. Dimana kegiatan ini dibuka oleh oleh Kepala Tata Usaha BPP Jambi, Marsudi mewakili Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

Untuk meningkatkan keterampilan tenaga penyuluh agar bisa memberikan pemahaman yang baik kepada petani bagaimana bertanam cabai yang baik. Apabila hasil tanam cabai baik tentunya akan berdampak dengan kesejahteraan petani. "Tenaga penyuluh dibekali bagaimana mengatur strategi penanaman cabai yang baik, sehingga bisa mempengaruhi pasar. Idealnya setahun dua kali melakukan penanaman dan panen," jelas Linda Hadju, selaku Kasi Penyelenggaraan Pelatihan BPP Jambi.

Sementara itu, untuk sertifikasi profesi bidang perkebunan dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dimana suatu keabsahan tenaga profesional harus dibekali dengan sertifikasi. Sertifikat ini akan berlaku untuk nasional bahkan kedepannya akan berlaku untuk MEA.

Saat ini yang paling dibutuhkan yaitu untuk para asisten kebun, mandor kebun, termasuk petani penangkar benih sehingga tidak sembarangan bisa memutuskan mana benih yang baik.

Berbarengan dengan pelaksanaan Diklat ini, juga dilaksanakan rapat koordinasi program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) yang diikuti oleh kepala dinas peternakan dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. Dalam koordinasi ini menghadirkan pembicara yaitu Dr. Ir. Widi Hardjono, M.Sc selaku kepala pusat pelatihan pertanian yang juga memberikan materi dalam kegiatan Diklat. (kar)


Berita Terkait



add images