iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO,KERINCI  Ada tiga Pos Damkar di Kerinci masih belum berfungsi. Satu diantaranya, Pos Damkar yang dibangun di Desa Pondok, Kecamatan Bukit Kerman, beberapa waktu lalu.

Pos Damkar tersebut sudah lama selesai, namun hingga saat ini belum juga diaktifkan. Kami sangat menginginkan agar pos damkar yang telah tersedia di Desanya bisa secepatnya dioperasionalkan. Tentunya dengan ketersediaan mobil pemadam, beserta petugasnya," ungkap Kepala Desa Pondok, Kecamatan Bukit Kerman, Indra Jaya.

Menurutnya, jika dilihat secara geografis, penyediaan pemadam kebakaran ­sangat dibutuhkan. Mengingat  perumahan yang padat, dan juga jarak antar Desa-Desa Di Bukit Kerman tidak dekat. Tentunya, dengan adanya pemadam kebakaran yang tersedia, kebakaran yang sewaktu-waktu terjadi dapat dengan cepat diatasi.

Ditambahkan Kades, selama ini jika terjadi kebakaran di Kecamatan Bukit Kerman, warga hanya terpaksa berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Hal tersebut dilakukan, sambil menunggu kedatangan mobil damkar yang datang dari luar Kecamatan Bukit Kerman. Kami berharap Pos Damkar milik pemerintah daerah bisa segera dioperasionalkan, karena kalau terus dibiarkan tidak dihuni maka bangunan itu akan rusak dan anggaran mubazir saja, katanya.

Sementara itu, Kabid damkar, Arnizal mengatakan bahwa, belum beroperasinya kantor damkar itu karena tidak adanya Armada Mobil Damkar. "Iya memang benar belum beroperasi, karena armadanya belum ada," jelasnya.

Arnizal juga menambahkan, ada beberapa Pos Damkar di Kabupaten Kerinci yang belum beroperasi, kesemuanya itu karena armada belum ada," banyak yang belum beroperasi, ada di Danau Kerinci, Gunung 7 , dan di Kayu Aro Barat juga," Tambahnya.

Dia juga menyampaikan, pos tersebut belum akan beroperasi dalam waktu dekat, hal itu di karenakan belum ada nya penganggaran Untuk pengadaan armada pada anggaran 2018 nantinya. " Mudah-mudahan bisa di anggarkan pada 2019 nanti," pungkasnya. (adi)


Berita Terkait



add images