iklan Pekerja sedang mengemas ulang gula pasir, di gudang Bulog Pasir Putih, Jambi, Kecamatan  Selata,  Kota Jambi beberapa waktu lalu. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres
Pekerja sedang mengemas ulang gula pasir, di gudang Bulog Pasir Putih, Jambi, Kecamatan Selata, Kota Jambi beberapa waktu lalu. Foto : M Ridwan / Jambi Ekspres

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Persedian gula pasir di gudang Bulog regional Jambi menipis. Kini stok gula hanya tinggal 2 ribu ton. Kebutuhan gula untuk Provinsi Jambi yakni 4 ribu ton per bulan.

Kepala Perum Bulog Regional JambiYusuf mengatakan, Jumlah persediaan gula ini hanya mampu memenuhi setengah bulan konsumsi masyarakat Jambi. Meskipun demikian ia memastikan aman, karena dalam waktu dekat akan datang sebanyak 1800 ton.

Jumlah tersebut masih aman, karena para distributor juga masih memiliki stok di gudang mereka, katanya.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, ada aturan baru dalam pendistribusian gula hasil olahan petani indonesia. Berdasarkan surat Kementrian Perdagangan no 558 tahun 2017 tentang Gula Pasir. Hanya Perum Bulog yang diperbolehkan mendistribusikan gula curah, imbuhnya.

Dijelaskanya, gula curah adalah gula yang dikemas dengan ukuran 50 kg. Berdasarkan surat tersebut Perum Bulog juga diwajibkan untuk menampung gula hasil olahan petani indonesia. Secara nasional, saat ini gula yang dikuasai oleh Perum Bulog adalalah 400.900 ton.

Jadi meski di Jambi hanya sedikit stok gula, namun secara nasional aman, ungkapnya. (nur)


Berita Terkait



add images