JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Tahun baru Hijriah biasa disambut meriah para umat muslim di Indonesia. Beragam kegiatan keagamaan dilakukan. Lain hal di Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, Jambi. Ada tradisi tolak bolak dengan berjalan menyusuri kampung pada 10 Muharam.
Sudah menjadi agenda tahunan di Desa Mengaun Jayo. Kegiatan tolak balak dilakukan pada 10 Muharam. Pada 1438 Hijriah, ratusan masyarakat Desa Mangun Jayo mengikuti prosesi itu. Tepatnya pekan lalu.
Ratusan masyarakat mulai berkumpul usai Magrib di Pangkal DESA. Mereka masing-masing harus membawa ketupat lepas dan obor. Setelah semua masyarakat berkumpul, para tetua Desa langsung mengumandangkan adzan menandakan prosesi tolak balak dimulai. Setelah adzan berkumandang, ratusan pasang kaki mulai melangkah sambil mengamalkan Lailahaillallah. Mereka berjalan menuju buntut dusun (batas Desa,red) yang panjangnya lebih kurang 5 KM.
Sepanjang prosesi berlangsung, masyarakat tidak boleh membuka pintu rumah mereka, karena prosesi tersebut diyakini untuk mengusir balak (Jin, Syaitan dan Iblis) dari kampung.
Hingga sampai di buntut dusun, adzan kembali dikumandangkan. Dilanjutkan dengan pembacaan dzikir, Yasin dan Doa bersama. Ketupat (biasa disebut warga ketupat lepas) langsung dimakan bersama. Namun bungkus ketupat dikumpulkan, dan dibawa warga kembali ke rumah masing-masing. Bungkus ketupat itu lalu disimpan warga dengan digantung di depan pintu rumah. Hal tersebut diyakini untuk menangkal adanya malabahaya.
Ini kami lakukan setiap tahun, kata Muhilli Ali, Ketua Lembaga Adat Desa Mangun Jayo kepada harian ini. Muhilli yang juga merupakan Ketua Bidang Hukum LAM Kabupaten Tebo itu menyebutkan, kegitan tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang pendahulunya. Hal itu dipercaya bisa melepaskan malabahaya dari kampung, dan kampung diberi keberkahan.
Kalau lagi berlangsung tolak balak, pintu rumah ditutup semua, agar balak tidak masuk ke rumah, imbuhnya.
Sebelum prosesi tolak balak, pada 9 Muharam masyarakat desa melakukan tahlilan di masjid, dan mendengar ceramah agama. 9 Muharamnya ada kegiatan di masjid, 10 muharamnya baru beratif (tolak balak,red), pungkasnya. (hfz)
