iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya masih ragu-ragu menentukan sikap di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jambi Jilid III 2018 ini. Pasalnya, partai berlambang banteng ini tak kunjung mengeluarkan kartu dukungannya.

Padahal PDI Perjuangan berkali-kali memastikan bakal mendorong kader internal mereka. Misalnya di Kota Jambi ada Abdullah Sani yang merupakan pendaftar tunggal.

Begitu juga di Merangin ada petahana Khafied Moin dan Zainul Arfan yang memiliki potensi besar. Kemudian di Kerinci ada Edison dan Candra Purnama yang tidak kalah ngetopnya.

Kecendrungan PDI Perjuangan yang memilih bersikap dingin seakan-akan menunjukkan kebimbangan yang terjadi diiternal. Berdasarkan survei yang dirilis Charta Politika untuk Pemilihan Walikota Jambi, elektabilitas Abdullah Sani belum menjanjikan.

Ketua Wisnu Murti Provinsi Jambi itu berada berada di posisi kedua dengan 10,3 persen. Angka itu masih terlalu minim bila dibandingkan dengan perahan Sy Fasha dengan tingkat elektabilitas 70 persen.

Begitu pula pada perbandingan popularitas dan kesukaan. Dimana Abdullah Sani memiliki popularitas 84,0 persen dengan tingkat kesukaan 78,0 persen dan Sy Fasha memiliki popularitas dengan tingkat pengenalan sebanyak 98,0 persen dan kesukaan 95,8 persen.

Elektabilitas Sani juga anjlok ketika disandingkan dengan Mualan pada posisi Wakil. Abdullah Sani berada pada angka 25, 3 persen dan Maulana sebesar 36,0 persen.

Begitu pula di Merangin, kader internal Khafied Moein juga elektabilitasnya tidak begitu menjanjikan. Berdasarkan hasil survey Indo Barometer, Khafied hanya memiliki elektabilitas 8,5 persen, kalah dari Nalim 22,3 persen, Syukur 24,5 persen dan incumbent Al Haris 29,8 persen.

Hasil survey inikah yang membuat PDIP gamang dalam menentukan pilihan? Sekretaris DPD PDI Perjuangan, Chumaidi Zaidi dikonfirmasi membantah jika partainya gamang dalam mengambil keputusan. Menurutnya, SK dukungan itu masih dalam proses karena ada kemungkinan bakal dikeluakan berbarengan.
Di Kota Jambi kita sudah putuskan mengusung Abdullah Sani. Dari awal kita sudah sampaikan itu, ada kemungkinan dikeluarkan bebarengan, ujarnya, Selasa (26/9) kemarin.

Chumaidi menyebutkan, dalam hal dukungan PDI Perjuangan memiliki mekanisme yang harus dilalui baik itu bagi kandidat internal maupun eksternal. Saat ini dukungan tengah dipersiapkan oleh DPP agar untuk selanjutnya diterbitkan.

Kita punya tahapannya, ada sekolah kepala daerah yang harus diikuti. Jadi tidak langsung begitu saja, jelasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images