iklan Prof Damris P.Hd
Prof Damris P.Hd

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pelaksanaan Tes Kompetensi Bidang (TKB) CPNS Kemenkumkan direncanakan akan dilakukan secara terpusat di Jakarta.

Dengan demikian pelamar yang tidak memenuhi standar secara nasional maka dengan sendirinya akan tersingkir dari persaingan.

Ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi peserta dari Jambi. Pasalnya, nilai rata-rata hasil ujian CAT pelamar asal Jambi di bawah standar nasional dengan nilai 9,5. Sedangkan standar nasional 10.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Pendidikan Provinsi Jambi  Prof Damris mengatakan, jika nilai berada di bawah standar, tentu akan sulit untuk bersaing. Selain itu, tes yang dilakukan secara terpusat di Jakarta juga akan merugikan bagi pelamar dari daerah, karena harus keluar uang yang tidak sedikit.

Dengan hasil yang ada jika dipaksakan berkompetisi secara nasional maka akan merugikan daearah tersebut, katanya.

Lanjut Damris, tidak adil jika kebutuhan PNS disuatu daerah baik di kabupaten/provinsi diisi dari daerah lain. Ini akan mengurangi tempat  untuk sumberdaya daerah. Dengan demikian Ia mengaharapkan kepada kementrian untuk melakukan pertimbangan penerimaan bukan hanya berdasarkan nilai yang distandarkan secara nasional, namun keberadaan mereka di daerah juga menjadi pertimbangan.

Selain itu,  dengan pelaksanaan secara terpusat tersebut akan menerima PNS secara global. Dalam artian,  nantinya PNS di daerah akan diisi oleh lulusan terbaik yang berasal dari berbagai daerah. Dengan demikian kasus perpindahan PNS ke daerah asal akan kembali terjadi. Ini nanti akan berpengaruh terhadap kinerja institusi yang ditinggalkan, sebutnya.

Seharusnya, sambung Damris, penerimaan bukan berdasarkan nilai awal, menurutnya dengan nilai yang telah memenuhi kriteria tersebut apabila telah memasuki dunia kerja juga dapat dimaksimalkan. Menurutnya,  setelah penerimaan proses perbaikan akan dilakukan oleh institusi dimana mereka ditempatkan melalui pelatihan dan workshop.

Saringan awal tidak bisa dilakukan dengan menyama ratakan dengan daerah lain, katanya. (nur)

 


Berita Terkait



add images