JAMBIUPDATE.CO, YOGYAKARTA - Mahasiswa asal Kabupaten Batanghari yang mengenyam pendidikan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengeluhkan sikap Pemerintah Kabupaten Batanghari.
Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Batanghari (KPMB), menilai Pemkab Batanghari minim perhatian.
Hal ini disampaikan oleh Ketua KPMB periode 2017-2018, Ahmad Mujahidin Pulungan. Disebutkannya, KPMB telah berdiri sejak 2010. Meski demikian, KPMB hingga saat ini tidak memiliki Sekretariat.
Padahal, mahasiswa asal Kabupaten lain dalam Provinsi Jambi, mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Daerah. Perhatian tersebut berupa bantuan dana untuk Sekretariat beserta seleuruh perlengkapan.
"Pemkab Batanghari minim perhatian. Bupati Batanghari sendiri belum pernah meninjau sama sekali," kata remaja dengan sapaan Muja dalam silaturrahmi bersama Aliansi Jurnalis Batanghari (AJB), di Hotel Bhinneka, DIY.
Muja menegaskan, Sekretariat KPMB saat ini beralamat di Jalan Kaliurang KM 11, Keramatan Nganglik, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Itupun masih berstatus kontrakan.
"Kalau kabupaten lain, misal Kerinci, Sungai Penuh dan Tanjabtim ado asrama sendiri," keluhnya.
KPMB memasuki periode 2017-2018, sambung Muja, beranggotakan 203 mahasiswa. Mereka tersebar pada sejumlah Universitas dalam Provinsi DIY.
KPMB telah mengajukan proposal terkait permasalahan Sekretariat KPMB kepada Pemkab Batanghari. Namun hingga saat ini, proposal yang diberikan usai pelantikan kepengurusan, belum mendapat jawaban serta realisasi dari Pemkab Batanghari. (rza)
