JAMBI- Duet Fasha-Maulana di Pemilihan Walikota (Pilwako) Jambi 2018 sudah mengerucut. Keduanya hampir dipastikan bakal berdampingan menuju perebutan BH 1 AZ.
Skenario ini terlihat dari penjaringan sejumlah partai politik (Parpol) pemilik kursi di DPRD Kota Jambi. Apalagi, sebagian besar Parpol telah mengusulkan nama Fasha-Maulana ke tingkat pusat.
Misalnya partai Gerindra yang tinggal menunggu finalisasi dukungan di DPP. Begitu juga dengan Hanura, PKS dan PBB yang juga memiliki keputusan serupa.
Sedangkan PPP dan Golkar menyerahkan sepenuhnya penentuan wakil ke tangan calon petahana Sy Fasha. Jika Fasha berkehendak, bukan tidak mungkin dirinya akan memilih Maulana sebagai pendamping.
Bagaimana dengan PKPI dan NasDem? Partai besutan Surya Paloh dan AM Hendropriyono masih memilki alternatif lain. Karena calon penantang Abdullah Sani juga mendaftar dan mengikuti penjaringan di dua partai ini.
Meskipun begitu, PKPI dan NasDem dikenal dekat baik dengan Fasha maupun Maulana. Fasha sendiri pernah hadir dibeberapa acara NasDem, begitu pula dengan Maulana menaruh perhatian di acara PKPI.
Jika semua partai ini bersepakat, maka sudah dipastikan 22 kursi siap mengantarkan duet Fasha-Maulana di Pilwako tahun depan. Keduanya maju dengan koalisi besar yakni Golkar, Gerindra, Hanura, PKS, PBB, PPP, PKPI dan NasDem.
Lantas seperti apa arah dukungan Demokrat dan PKB? Dua partai ini sangat menentukan kekuatan koalisi di tanah pilih pusako betuah. Bila keduanya partai ini tidak bergabung dengan Fasha-Maulana, maka alternatif lainya adalah merapat ke koalisi PDI Perjuangan dan PAN.
Hanya saja, Demokrat hingga saat ini belum berani bersikap. Hal ini mengingat, besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih mencoba menjodohkan kadernya (Zainal Abidin, M Nasir, Efendi Hatta) dengan Sy Fasha.
Bila skenario ini menemui jalan buntu, Demokrat bisa saja membangun poros baru bersama PKB. Karena 8 kursi dari Demokrat dan 4 kursi dari PKB memenuhi syarat 20 persen atau 9 kursi minimal dukungan.
Bagaimana dengan penantang? Sejumlah nama mencuat bakal menjadi pesaing Ketua Harian DPD I Golkar Provinsi Jambi. Terkahir yang paling hangat adalah duet Sum Indra- Abdullah Sani menyusul redupnya nama Zumi Laza yang merupakan ketua DPD PAN Kota Jambi.
Tapi duet ini belum menemui titik terang, karena PAN masih memiliki kader lain yakni Kemas Alfarizi Arsyad. Belum lagi jika Zumi Laza muncul di last minute (detik terkahir) pendaftaran calon di KPU Kota Jambi.
Tapi siapapun yang akan diusung, koalisi PDI Perjuangan dan PAN diprediksi bakal menjadi rival politik petahana. Dua partai ini memiliki 11 kursi (PDIP 6, PAN 5 kursi) dan memenuhi syarat untuk satu pasangan calon.
Bahkan, hingga pendaftaran calon dibuka Februari 2018 mendatang, lobi-lobi politik masih tetap alot. Karena baik PDI Perjuangan maupun PAN tampak membuka ruang koalisi bersama PKB dan Demokrat untuk bertarung head to head dengan 23 kursi dukungan. (aiz)
Berikut adalah jumlah kursi DPRD KOta Jambi?
Demokrat : 8 Kursi
PDIP : 6 Kursi
Gerindra : 5 Kursi
Hanura : 5 Kursi
PAN : 5 Kursi
PKB : 4 Kursi
Golkar : 4 Kursi
PPP : 4 Kursi
PBB : 1 Kursi
PKS : 1 Kursi
PKPI : 1 Kursi
NasDem : 1 Kursi
