JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Aksi lilin Perdamaiyan dilakukan oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di halamam perkantoran gubernur Jambi, Dikatakan oleh Koordinator lapangan M Azli Jaiz, mereka mengutuk keras krisi kemanusian yang terjadi di Myanmar.
Ia mengatakan secara antropologis, PMII mencermati bahwa masyarakat Rohingya memang memiliki akar ras dan budaya yang berbeda dari kebanyakan masyarakat Myanmar. Masyarakat Rohingya, yang kebanyakan adalah keturunan Bangladesh.
Bukan cuma menjadi minoritas secara ras, akan tetapi perbedaan agama juga menjadi alat penguat perbedaan selanjutnya, katanya
Selain permasalahan di atas, PMII menilai bahwa kepentingan ekonomi menjadi masalah yang melibatkan lebih banyak pihak luar negara. Myanmar menjadi negara ketiga yang memiliki program eksploitasi besar-besaran sumber daya alam dalam negeri setelah India dan Cina.
Dari dalam kepentingan ekonomi asing diperkuat dengan kekuatan rezim militer Myanmar. Military-economic interest, atau kepentingan ekonomi militer menjadi momok menakutkan dalam sejarah panjang konflik Myanmar. Sejak 2012 Pembunuhan dan pengusiran masal terjadi.
Dari catatan merka terhitung 160 ribu warga Rohingya terusir dari tanah mereka dan mencari suaka ke beberapa negara tetangga seperti Indonesia, Bangladesh dan Thailand.
Atas nama kemanusiaan, atas nama persaudaraan, kami, PMII, tidak akan tinggal diam, tambahnya.
Dengan aksi ini PKC PMII Jambi menegaskan bahwa sudah waktunya semua perlakuan rasis dan keserakahan ekonomi di negara tersebut diakhiri. Merka juga meminta pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan apa yang terjadi di Rohingya.
Kemudian mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melayangkan protes dan desakan pada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan kebiadaban ini.
Terkahir mereka meninta pemerintah RI mengusir kedutaan besar Myanmar dari tanah Indonesia, dan keluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN jika masalah kemanusiaan ini tidak kunjung selesai. (Cr01/nur)
