JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Daya beli nasional tengah alami tren penurunan, fakta ini bisa terlihat dari lesunya daya beli sejumlah permintaan kendaraan bermotor, property, dan retail. Pemerintah pun mengeluarkan sejumlah program untuk mendorong stabilitas daya beli.
Dipo Ilham Djalil mengatakan, langkah pemerintah mengatasi lesunya daya beli patut diapresiasi. Tapi efektifitas dari upaya itu perlu diperhatikan secara bersama.
Paduan perbaikan sisi fiskal, moneter, maupun lainnya seperti inflasi, penyerapan anggaran pemerintah harus dioptimalkan, dan faktor turunan lainnya, katanya.
Jika ini semua diperhatikan, maka daya beli atau pertumbuhan tak meleset. Tapi benar-benar bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang sesuai ekspektasi.
Jangan sampai permainan atau pemberian kebijakan ini hanya ilusi menjelang tahun politis semata, katanya.
Fungsi legislatif pun seharusnya patut mencermati hal tersebut. Jika ini dilakakan, dirinya otimis jika upaya pemerintah memperbaiki daya beli bisa berhasil.
Fungsi legislatif juga harus bisa bersinergi. Perlu ada pencermatan yang dilakukan secara bersama, sebutnya.
Ia menjelaskan, rendahnya daya beli masyarakat dapat dilihat dari tingkat komponen pengeluaran rumah tangga yang mengalami perlambatan. Mulai dari pakaian, produk alas kaki, kesehatan, jasa perawatan, transportasi, komunikasi, penjualan sepeda motor, hingga restoran seluruhnya mengalami penurunan konsumsi.
Biasanya menjelang bulan puasa kemarin menjadi masa panen bagi usaha ritel. Tapi tampaknya pelemahan daya beli membuat konsumen berhemat belanja, pungkasnya. (aiz)
