JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia, harus siap ditempatkan dimana saja. Termasuk di pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itulah yang dijalani Polwan Cantik IPTU Yurike Ade Purwanti SIK MH.
DONI SAPUTRA
BERTUGAS penuh tantangan tidak menghalangi niat mulia Polwan bernama lengkap Yurike Ade Purwanti untuk mengabdi kepada Bangsa Indonesia. Jauh dari orangtua, keluarga hingga harus mengenal kondisi lingkungan yang baru. Perjalanan tugasnya akan menjadi kisah tersendiri dalam hidupnya.
Ketika disambangi di Mapolresta Jambi, Kanit PPA Satreskrim Polresta Jambi, ini bercerita. Dirinya merupakan lulusan SMAN 1 Kota Jambi tahun 2010. Dia mengikuti tes Akademi Kepolisian (AKPOL) dan dinyatakan lulus tahun 2013.
Perempuan kelahiran Jambi, 14 Juli 1993 ini pertama kali ditempatkan sebagai Pama di Polda Sulawesi Utara. Agustus 2013, dirinya ditempatkan di Perbatasan Indonesia - Philipina. Tepatnya di Polres Melongwane sebagai Kanit PPA. Kemudian juga sebagai Kanit Dikyasa.
Lokasinya pulau kecil. Tapi masih ada pulau-pulau lain. Jaraknya dari Manado jika menempuh perjalanan laut mencapai 12 Jam. Namu jika menggunakan pesawat hanya 46 menit. Tapi penerbangan hanya satu kali dalam sehari.
"Saya ditempatkan di sana (Polres Melongwane) karena pencabulan cukup tinggi. Tapi penyidiknya minim. Kita polisi siap ditempatkan dimana saja. Dimana saja Bendera Merah Putih berkibar," ujar Yurike Ade Purwanti.
Sembari menandatangi berkas perkara yang ditanganinya, Yurike terus bercerita. Di Polres Melongwane hanya ada 3 Polwan. Dalam tugasnya, Dia terus melaksanakan operasi. Melakukan penangkapan pelaku pencabulan hingga ke dalam hutan. Mirisnya, pelaku umumnya merupakan pelajar.
"Saya lakukan pembinaan dan Saya kembalikan ke orangtuanya. Saya laporkan ke Kepsek," bebernya.
Menurutnya, kasus pencabulan di kawasan tersebut sangat tinggi. Kondisi ini terjadi karena ada pembiaran dari orangtua. Terlebih lagi kondisi daerah yang tidak seperti daerah lain. Dimana, umumnya akitifitas dua malam sangat bebas.
"Harusnya peduli. Ini terjadi karena pembiaran.
Kegiatan malam itu sudah biasa di sana. Orang mulai kegiatan pukul 23.00 WIB hingga pagi hari. Kalau di Jambi, pukul 22.00 WIB sudah mulai sepi," sebutnya.
Polwan ramah ini bertugas di pulau terluar NKRI ini hingga Februari 2014. Maret 2014, Dia ditugaskan di Polresta Manado sebagai Kanit Laka Lantas Polresta Manado hingga Januari 2017. Februari - April 2017 sebagai Kanit Regident Polresta Manado. April 2017 pindah ke Jambi. Pertama menjadi Pama Polda Jambi.
Akhir Mei mutasi ke Polresta Jambi. Pada Juli bertugas sebagai Plt Kapolsek Pelayangan. Selanjutnya, Agustus 2017 ditugaskan sebagai Kanit PPA Satreskrim Polresta Jambi. (***)
