JAMBIUPDATE.CO, KOTA JAMBI - Langkah politik dr. H. Maulana.MKM di ajang Pilwako Jambi makin mantap. Setelah menjalin komukasi intensip dengan sejumlah partai seperti Gerindra, Hanura, PAN, PKS, PBB, PKPI, Nasdem dan Perindo, kini dokter yang dikenal sebagai pemilik Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) tersebut kini mendaftar di partai Demokrat.
Pilihan dr. Maulana untuk mendaftar di partai besutan mantan presiden SBY tersebut ternyata mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Apresiasi ini salah satunya seperti yang di sampaikan Burmandi salah seorang pedagang di pasar Talang Banjar Jambi Timur (13/8) kemarin.
" Sayo dukung nian jika dr. Maulana mau maju pake demokrat, karena selain partai itu besar pemenang pemilu, sayo jugo milih demokrat kemarin, ungkap pengemar SBY tersebut.."
Sejalan dengan hal tersebut peneliti dari Lembaga Kajian Politik Regional (LKPR) Reno Noverdi mengatakan, langkah dr. Maulana mendaftar di Demokrat sebagai hal yang biasa dalam dinamika pilkada.
Namun dosen Fakultas Teknik Unbari tersebut menambahkan dalam kacamata survei yang telah mereka lakukan terdapat kesamaan antara karateristik pemilih demokrat dengan persepsi pemilih tentang figur suami dari dr. hj. Nadiyah. SP.OG tersebut.
" Terdapat kesamaan antara karekteristik pemilih demokrat dengan persepsi masyarakat akan figur dr. Maulana. "
Kesamaan ini di antaranya pada kelompok pemilih menengah kebawah, muslim awan perkotaan dan kelompok terpelajar, di mana kelompok ini merupakan pemilih terbesar Demokrat di kota Jambi dalam pemilu 2014 lalu.
" Kelompok pemilih ini memang menginginkan pemimpin muslim yang santun dan cerdas dan mencerminkan figur SBY sang mantan presiden."
Dalam riset mereka preferensi sebagian besar pemilih demokrat sama dengan penilaian responden terhadap figur dr. Maulana di pilwako 2018 nanti.
" Data Survei memperlihatkan preferensi masyarakat pada dr. Maulana juga sebagai figur yang cerdas, santun dan mengayomi, sesuai dengan semangat nasionalis religius semboyan partai berlambang mercy tersebut. "
Bahkan Reno mengatakan di kalangan pemilih muslim yang percaya nilai nasionalis dan spritual, figur dr. Maulana bisa menjadi magnet elektoral yang kuat, tandasnya.(*/wan)
Pilihan dr. Maulana untuk mendaftar di partai besutan mantan presiden SBY tersebut ternyata mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Apresiasi ini salah satunya seperti yang di sampaikan Burmandi salah seorang pedagang di pasar Talang Banjar Jambi Timur (13/8) kemarin.
" Sayo dukung nian jika dr. Maulana mau maju pake demokrat, karena selain partai itu besar pemenang pemilu, sayo jugo milih demokrat kemarin, ungkap pengemar SBY tersebut.."
Sejalan dengan hal tersebut peneliti dari Lembaga Kajian Politik Regional (LKPR) Reno Noverdi mengatakan, langkah dr. Maulana mendaftar di Demokrat sebagai hal yang biasa dalam dinamika pilkada.
Namun dosen Fakultas Teknik Unbari tersebut menambahkan dalam kacamata survei yang telah mereka lakukan terdapat kesamaan antara karateristik pemilih demokrat dengan persepsi pemilih tentang figur suami dari dr. hj. Nadiyah. SP.OG tersebut.
" Terdapat kesamaan antara karekteristik pemilih demokrat dengan persepsi masyarakat akan figur dr. Maulana. "
Kesamaan ini di antaranya pada kelompok pemilih menengah kebawah, muslim awan perkotaan dan kelompok terpelajar, di mana kelompok ini merupakan pemilih terbesar Demokrat di kota Jambi dalam pemilu 2014 lalu.
" Kelompok pemilih ini memang menginginkan pemimpin muslim yang santun dan cerdas dan mencerminkan figur SBY sang mantan presiden."
Dalam riset mereka preferensi sebagian besar pemilih demokrat sama dengan penilaian responden terhadap figur dr. Maulana di pilwako 2018 nanti.
" Data Survei memperlihatkan preferensi masyarakat pada dr. Maulana juga sebagai figur yang cerdas, santun dan mengayomi, sesuai dengan semangat nasionalis religius semboyan partai berlambang mercy tersebut. "
Bahkan Reno mengatakan di kalangan pemilih muslim yang percaya nilai nasionalis dan spritual, figur dr. Maulana bisa menjadi magnet elektoral yang kuat, tandasnya.(*/wan)
