JAMBIUPDATE.CO, KERINCI Manuver politik makin kencang terjadi jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci 2018 mendatang. Sebab sejumlah Partai politik (Parpol) mulai melakukan tawar-menawar menuju perebutan BH 1 DZ.
Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) misalnya yang berniat menyodorkan kader internal untuk digandeng maju. Memang keduanya partai ini memiliki posisi strategis dengan kekuatan dan jumlah kursi strategis di parlemen.
Ketua DPD PAN Kerinci, Yuldi Herman tidak menampik keinginan partainya ini. Sehingga mendorong kader seakan menjadi harga yang tidak bisa ditawar, agar bisa mengambil peranan penting di Pilkada.
Alternative dari DPD PAN Kerinci, kita ingin ada kader yang bisa maju. Kita punya kader yang layak dan pantas dimajukan, ujarnya.
Selain nama dirinya, ada nama Iwan Pelani dan Muksin Zakaria yang dinilai cukup potensial dengan basis yang berbeda. Ketiganya juga mendaftar pada penjaringan partai yang berkahir beberapa waktu yang lalu.
"Sesuai dengan intruksi DPW PAN Jambi, bisa jadi kader kita akan wakil Bupati jika disesuaikan DPW," ungkapnya.
Tidak jauh berbeda, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), juga memunculkan kader internal. "Intruksi pusat, jika kader mampu nomor satu, maka akan di dorong nomor Satu. Jika tidak, maka kita majukan nomor Dua. Ngukurnya, berdasarkan hasil survei nanti," katanya.
Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan survei sebagai suatu indikator untuk menentukan dukunga dan melihat skama Pilkada Kerinci. "Ada 7 nama sudah kita serahkan ke DPP, dan nantinya disiapkan tim survei. Survei dilakukan akhir September, dan awal Oktober sudah final, pungkasnya. (adi)
