iklan Wasekjend DPP PAN,  Dipo Ilham Djalil.
Wasekjend DPP PAN, Dipo Ilham Djalil.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pertumbuhan kredit kian melempem seiring terpukulnya daya beli dan keringnya likuiditas perbankan. Ditengah kondisi ini pemerintah gencar menerbitkan surat utang buat menambal defisit,hingga melontarkan isu pemanfaatan dana haji dengan dalih investasi.

Menanggapi isu ini, Dipo Ilham Djalil mengatakan, pelemahan pertumbuhan kredit mengindikasikan perlambatan ekonomi benar-benar sedang mendera. Perlambatan itu berasal dari anjloknya kredit modal kerja dan kredit investasi.

Paduan itu juga diperkuat oleh realitas umum, seperti hantaman terpukulnya daya beli akibat imbas inflasi sisi volatile food maupun administred price, ujarnya. 

Wasekjen DPP PAN ini menyebutkan inflasi itu sepertikenaikan TDL 900VA, revisi PTKP.Serta faktor eksternal, seperti sentimen pelemahan harga komoditas maupun pelemahan harga tren minyak dunia akibat oversuply.

Implikasinya, sebaiknya pemerintah mengkaji kebijakan yang bermuara pada pelemahan daya beli ini, katanya.

Belum lagi efek defisit anggaran akibat shortfall membuat pemerintah gencar issue SBN.Efeknya likuiditas perbankan makin terpukul mengingat likuiditas tersedot ke pemerintah.

Imbas pelemahan daya beli ini sangat memukul sektor rill. Pemerintah juga patut mewaspadai pasokan utang yang kini tembus 3700 triliun mendekati batas 3% dari PDB/naik 34 triliun, pungkasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images