iklan Warga Desa Kebun IX Sungai Gelam Muarojambi mengeluhkan bau tidak sedap yang datang dari kandang babi. Foto : Elan / Jambi Ekspres
Warga Desa Kebun IX Sungai Gelam Muarojambi mengeluhkan bau tidak sedap yang datang dari kandang babi. Foto : Elan / Jambi Ekspres

JAMBIUPDATE.CO, SENGETI - Warga Desa Kebun IX Sungai Gelam Muarojambi saat ini terus mengeluhkan bau tidak sedap yang datang dari sebuah kandang Babi yang berada di Desa tersebut.

Hal ini telah dialami warga sekitar selama beberapa waktu terakhir, bau tidak sedap ini terjadi diduga karena pengelolaan limbah yang tidak cukup baik. 

Bau tidak sedap itu muncul semakin tajam ketika hembusan angin semakin kuat kearah pemukiman padahal kandang penggemukan babi itu sebenarnya telah cukup jauh dari pemukiman. 

"Aroma yang timbul dari kandang babi tersebut sangat tidak mengenakkan. Kami menduga pengelolaan limbahnya tidak bagus hingga menimbulkan bau yang tidak sedap," cetus warga sekitar yang tidak ingin namanya disebut.

Dari informasi yang didapat kandang babi milik Aheng tersebut memiliki beberapa blok. Setiap blok yang ada terdiri dari beberapa sekat. Kurang lebih sekitar 15 sampai 20 sekat dimana di dalamnya terdapat lima sampai sepuluh ekor babi.

Aheng sendiri saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya dalam menjalankan usahanya sudah memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. 

Dirinya menampik segala tudingan warga yang menyebut bahwa pengelolaan limbahnya buruk hingga menimbulkan bau yang tidak sedap. "Pengelolaan limbah sudah kita jalankan sesuai aturan," kilah Aheng 

Aheng menyebut dalam pengelolaan limbah dari babi peliharaannya, dirinya sudah membangun Instalasi Pengolahan Air dan Limbah(IPAL). Tak tanggung tanggung, IPAL yang dibangun sudah mengikuti standart dan sesuai aturan. "IPALnya sudah kita bangun. Seperti yang anda lihat. Namun memang IPAL kita belum bisa beroperasi karena terkendala listrik," ulasnya.

Disoal perizinan terhadap izin gangguan atau izin HO?.Dirinya menyebut bahwa telah mendapat persetujuan dari warga sekitar melalui surat persetujuan yang sudah dibubuhi tanda tangan warga. "Sudah tanda tangan semua warga sekitar kandang,"pungkasnya.

Secara terpisah  Firmansyah SKM MH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Muarojambi saat dikonfirmasi mengatakan, beroperasinya ternak babi sudah mendapat rekomendasi dari masyarakat setempat, tokoh masyarakat dan tokoh Agama. Dan sudah meliki ipal pengloloan limbah. 

Namun begitu,Firman membenarkan bahwa ipalnya belum belum beroprasi terkendala daya listrik yang belum memadai. " kita sudah berikan peringatakan. Jika tahun 2017 ini belum operasi maka kandang ternak babi itu akan direkomendasi agar ditutup, " tegasnya.(era) 


Berita Terkait



add images