iklan Warga Desa Lubuk Resam  blokir jalan utama Sarolangun-Batangasai.
Warga Desa Lubuk Resam blokir jalan utama Sarolangun-Batangasai.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Buntut dari penemuan sesosok mayat atas nama Salahudin warga Desa Lubuk Resam, Kecamatan CNG pada sabtu (17/6) lalu ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, keluarga korban dan warga meminta pertanggung jawaban, dan hingga saat ini belum menemukan titik terang.

Ajenk salah satu warga Lubuk Resam saat dikonfirmasi Jambiupdate.co mengatakan, pemblokiran jalan utama Sarolangun - Batangasai dilakukan karna penyelesaian atas meninggalnya warga mereka hingga saat ini belum menemukan titik terang.

"Karna kejadian meninggalnya warga Lubuk Resam di Batangasai yang di duga karna ditembak, beberapa waktu lalu sudah dilakukan duduk bersama antara Desa Lubuk Resam, perwakilan dari Kecamatan Batangasai dan Pihak Kepolisian. Dan hasilnya dikenakan denda adat (bangun) sebesar Rp.300 juta. Dan sampai saat ini belum dibayar. Makanya kami lakukan pemblokiran jalan,"kata Ajenk.

Disampaikannya, pemblokiran jalan akan terus dilakukan sampai biaya adat dibayarkan oleh pihak Kecamatan Batangasai.

"Setiap yang melintas di Desa Lubuk Resam akan kami periksa. Jika dia warga Batangasai tidak boleh melintas. Pemblokiran jalan ini akan terus kami lakukan sampai denda adat dibayar,"ungkapnya.

Sementara itu, pantauan awak media dilapangan, Pemblokiran jalan sudah dilaksanakan sejak siang tadi (23/6) dan masih dilakukan hingga saat ini. Sementara pihak kepolisian dan aparat TNI terus melakukan penjagaan dilokasi pemblokiran jalan.

Untuk diketahui, pada sabtu lalu (17/6) ditemukan sesosok mayat dengan kondisi sudah membusuk dan terlihat ada luka tembak di tubuh korban bagian punggung. Diketahui korban meninggal di salah satu lokasi aktivitas PETI di Batangasai karna ditembak pihak kepolisian atas kasus pemalakan pemilik aktifitas PETI yang menggunakan alat berat.

Dan beberapa waktu lalu, Waka Polres Sarolangun Kompol Atrizal saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Namun dirinya belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban.

"Seperti yang sama- sama kita lihat, bahwa hari ini (17/6) ada penemuan mayat. Korban ditemukan di sungai Melko, Kecamatan Batangasai sekitar pukul 06.30,"akunya.

Saat ditanya apakah benar korban merupakan rekan dari dua pelaku pemalakan yang ditangkap di Batangasai pada hari rabu lalu. Kompol Atrizal membenarkan informasi tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan sementara dan informasi yang kami peroleh dari Polsek Batangasai, benar korban merupakan rekan dari dua pelaku pemalakan yang ditangkap di lokasi PETI. Namun, untuk pastinya apakah korban ditembak atau tidak kita belum bisa memastikan. Karna memang saat ini masih dalam pemeriksaan,"pungkasnya.(hnd)


Berita Terkait



add images