JAMBIUPDATE.CO, MERANGIN - Tradisi Upacara Adat adalah satu tradisi suku asli Desa Kungkai, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Tradisi ini masih terus dilestarikan masyarakat hingga saat ini. Mereka mewariskan penyelenggaraannya secara turun temurun ke anak cucu.
Tujuannya untuk menghidupkan kembali suasana silaturrahmi dan rasa persaudaraan dalam wadah yang dinamakan dengan penyalangan. Hal ini penting untuk membangkitkan kembali gairah semangat persatuan ditengah banyak masuknya pendatang dan kebudayaan asing.
Kades Kungkai, Barlep, saat dikonfirmasi mengatakan, Upacara Adat Penyalangan Datuk dilaksanakan sekali dalam satu tahun, di bulan Syawal atau lebih tepatnya sesudah perayaan Idul Fitri sebelum Penyalangan kades.
"Biasanya habis hari Rayo (Idul Fitri,red)," ujar Barlep, kepada jambiupdate.co.
Kata dia, ini merupakan tradisi dimana mengajarkan masyarakat dan anak - anak betapa pentingnya menghormati orangtua.
Acara tersebut dibuat dengan cara arak - arakan, dimana orang yang paling dituakan di Kungkai dan merupakan keturunan salah satu datuk yang disegani di Desa Kungkai.
"Arak - arakan ini diikuti anak -anak hingga orang dewasa pakai pakayan adat kungkai.kagek sampai di dusun semua cium tangan sungkem, bagai mana menunjukan cara menghormati orang yang paling dituakan dan diiringi dengan upacara adat,"pungkasnya. (amn)
