JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN Sejumlah Bidan PTT di Sarolangun, Jumat (16/6) mendatangi rumah dinas anggota DPRD Sarolangun. Kedatangan belasan bidan ini untuk mempertanyakan kepastian keluarnya Surat Keputusan (SK) Bidan dan Dokter PTT yang diangkat menjadi CPNS.
Pantauan di lapangan, belasan bidan PTT tersebut mencari kepastian sejak pukul 11.30 WIB yang diawali dari kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sarolangun dan hanya menemui Debi Gusmahardi Kabid Mutasi. Namun karna belum puas dengan jawaban BKPSDM, sekitar pukul 12.40 wib mereka mendatangi Rumdis Wabup Sarolangun. Namun tidak berada ditempat. Selanjutnya, mereka langsung menuju ke rumah Muhammad Fadlan Arafiqi Ketua Komisi III DPRD Sarolangun pada pukul 13.20 WIB.
"Intinya hari ini kami ingi mencari kepastian kapan keluarnya SK bidan PTT yang diangkat menjadi CPNS. Namun karna jawabannya dari BKPSDM tidak ada kepastian kapan keluar SK kami, maka melanjutkannya ke Rumdis Wakil Bupati, hanya saja sesampainya di Rumdis Wabup kami tidak bisa menemui beliau karna sudah pergi, karna belum puas maka kami ke rumah anggota DPR Sarolangun," kata salah satu Bidan PTT Sarolangun.
Disampaikannya, aksi mereka tersebut hanya ingin mencari kepastian kapan SK mereka dikeluarkan. Sebab kabupaten lain sudah mendapat SK dari Pemda setempat.
"Kami hanya mau mempertanyakan kapan SK kami ini dikeluarkan, dan kami juga menuntut hak kami selama ini yang tak kunjung diberikan, sebab kami sudah menjalankan kewajiban selama ini. Dan kami juga sudah hampir empat bulan tidak terima gaji," ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Fadlan Arafiqi ketua Komisi III DPRD Sarolangun saat dikonfirmasi mengatakan, akan menindak lanjuti keluhan para bidan PTT kepada Dinas terkait mengapa SK CPNS mereka tidak kunjung diberikan dan kapan gaji mereka akan diberikan.
"Walaupun ini bukan wewenang Saya untuk menggurusi bagian kesehatan. Tapi, karena mereka sudah datang kerumah saya menggeluhkan SK CPNS yang tidak kunjung dikeluarkan. Maka Saya sebagai wakil rakyat harus menindak lanjutinya,"tutupnya. (hnd)
