iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Hak dan kewajiban mestinya sesuai didapatkan dalam bekerja. Tapi keseimbangan antara hak dan kewajiban itu belum dirasakan oleh ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat yakni RT dan RW.

Saat ini, RT, RW, dan guru ngaji serta perangkat lainnya di Kabupaten Bungo hanya menerima Rp200 ribu per bulannya. Tentu angka tersebut jauh dari kata layak dan diterima untuk tiga bulan sekali.

Berangkat dari hal tersebut, Forum komunikasi RT/RW Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo yang diketuai Andes Toto, SAg meminta kepada pemerintah Kabupaten Bungo untuk serius memperhatikan kesejahteraan perangkat pemerintah yang paling bawah ini.

Sebagai ujung tombak Pemda, ketua RT dan RW melaksanakan pekerjaannya tanpa kenal lelah dengan berbagai persoalan di tengah masyarkat tingkat bawah. Mulai dari hal terkecil seperti pertengkaran rumah tangga sampai kepada hal yang urgen seperti menjaga keamanan dan kenyamanan dlm kehidupan bermasyarakat.

"Untuk beli gula kopi saja kalau ada warga ngumpul tidak cukup, keluhan ini sering sekali disampaikan pada saat rapat-rapat koordinasi di kantor lurah, dan lurah sebenarnya sudah berbuat untuk mengusulkan kenaikan honorium, namun sampai sekarang belum terealisasi," Ungkap ketua forum komunikasi RT RW Kelurahan Pasir Putih ini.

Oleh karena itu, dirinya sangat berterima kasih kepada M. Mahili ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bungo yang telah memperhatikan masalah tersebut. Andas Toto juga berharap seluruh anggota DPRD berfikiran sama dengan mantan ketua DPRD tersebut. 

"Forum Komunikasi RT RW memang telah berencana untuk hearing dengan DPRD melalui Komisi I untuk membicarakan masalah ini, serta masalah lainnya yang terkait dengan kepentingan ditingkat bawah, Insha Allah dalam waktu dekat kami akan surati DPRD mohon waktu utk berdiskusi lebih panjang lagi," pungkasnya yang didampingi H. Mardawi pengurus forum RT RW.(ptm)


Berita Terkait



add images