iklan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH).
Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH).

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Jumlah hutang luar negeri Indonesia yang mencapai 3.649 triliun di April 2017 ini membuat APBN 2017 sangat terbebani.

Hal ini disampaikan anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) di Jakarta (25/4) kemarin. Menurutnya hutang yang hampir setara dua tahun APBN ini membuat keuangan negara terganggu.

" Hutang yang ribuan triliun ini membuat program pembangunan terganggu, banyak proyek pemerintah tidak jadi dilaksanakan karena anggaran tak tersedia. "

Terganggunya program pemerintah ini disebabkan pos APBN lebih banyak tersedot untuk membayar hutang. 

Bahkan menurut pimpinan Komisi X DPR RI jumlah cicilan pokok dan bunga dalam tahun 2017 ini saja mencapai 400 triliun lebih atau setara dengan 20 persen APBN.

Kondisi ini menurut SAH bisa menjadi warning bagi pemerintah dalam mengelola program pembangunan yang prioritas.

" lonjakan hutang luar negeri Indonesia karena pemerintah memaksakan diri membangun proyek infrastruktur jangka panjang bahkan cenderung mercusuar. "

Bahkan menurutnya logika pinjaman yang dilakukan pemerintah saja sudah salah, karena hutang jangka pendek digunakan untuk investasi jangka panjang.

" Akibatnya kewajiban membayar sudah datang, proyek tersebut belum menghasilkan return apa - apa. "

Ke depan SAH mengharapkan pemerintah memiliki kebijakan yang lebih selektif dalam melakukan hutang luar negeri, sehingga manajemen hutang bisa mendongrak program lain di banyak sektor.

" Jangan seperti sekarang terlalu fokus infrastruktur tapi mengorbankan sektor lain, semisal pendidikan dan kesehatan yang terus menerus mengalami pengurangan anggaran, tandasnya ."(*/wan)


Berita Terkait



add images