JAMBIUPDATE.CO, BATANGHARI - Warga yang berdomisili di pinggiran Sungai Batanghari, tepatnya di Pasar Lama Tembesi mulai khawatir dan ketakutan untuk menempati rumah mereka. Pasalnya, longsor tebing pinggir sungai terus terjadi. Turap yang dibangun beberapa tahun lalu sudah ambruk. Akibatnya, tebing terus terkikis oleh derasnya arus sungai Batanghari yang menghempas tebing.
Sementara lokasi ini cukup banyak obyek vital (Obvit) seperti sekolah, pasar, jalan dan juga pemukiman warga. Jika tidak segera dilakukan pembangunan turap dengan kajian tepat, maka bisa dipastikan jika debit air sungai naik maka obyek vital bisa terimbas. Bukan hanya Obvit yang jadi imbasnya, kalau tebing terus longsor, situs sejarah budaya Jambi yang ada di Pasar Lama Tembesi akan hilang tenggelam dalam air sungai.
Mizan A Roni, warga setempat saat dikonfirmasi mengatakan, sejak turap ambruk warga ketakutan. Bahkan sudah banyak warga setempat yang mengungsi.
"Iya, beberapa warga kami sudah ada yang mengungsi, karena longsor bisa terjadi sewaktu-waktu, terlebih saat musim hujan dan debit air naik,"katanya.
Lebih jauh, Mizan mengatakan, jarak turap yang ambruk dengan pemukiman warga hanya kisaran 7 meter. "Akibat longsor terus menerus, jarak pemukiman warga dengan pinggir sungai sekitar 7 meter. Setiap malam kami merasa ketakutan. Apalagi mendengar suara desahan air sungai, seakan-akan tebing longsor menyertai rumah,"keluhnya. (via)
