iklan  Muhammad Farisi.
Muhammad Farisi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Pengamat politik, Muhammad Farisi mengatakan, di era otonomi, masa depan daerah berada di tangan masyarakat yang tinggal diderah itu sendiri. Upaya dan kerja keras kita sendirilah yang akan merubah nasib daerah.

Waktu merubah nasib sudah dekat, khususnya di daerah yang menggelar Pilkada serentak 15 Februari 2017.  Suara anda benar-benar menentukan nasib daerah anda lima tahun kedepan, ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan, setidaknya calon yang akan pilih benar-benar memiliki kapabililtas untuk memaksimalkan seluruh potensi daerah dengan triliunan uang APBD untuk kesejahteraan masyarakat. Karena jalan demokrasi adalah politik yang telah dipilih agar membawa manfaat bagi rakyat.

Politik yang baik adalah politik tanpa kekerasan dan sekaligus politik yang mencerdaskan, menghadirkan ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sebaliknya membawa kegaduhan dan instabilitas, katanya.

Masa depan politik dan demokrasi seperti itulah yang hendak dibangun dan tuju bersama. Dimana salah satu ukuran kematangan demokrasi adalah Pilkada yang dilaksanakan sesuai azaz pemilu luber jurdil.

Untuk itu mari dengan penuh kesadaran, kecerdasan dan tanggung jawab yang tinggi, kita sama-sama sukseskan Pilkada Rabu 15 Februari 2017, ungkapnya.

Dosen Fisipol Universitas Jambi ini menjelaskan,  tiga bulan lebih masyarakat telah disuguhi berbagai macam model kampanye yang dilakukan masing-masing pasangan calon. Mereka telah menyampaikan visi misi program yang akan dilakukan jika terpilih menjadi kepala daerah lima tahun kedepan.

Jadi saatnya masyarakat menjadi pemilih cerdas. Gunakan pilihan kita untuk merenung Paslon mana yang benar-benar punya jurus rasional untuk memajukan daerah, ungkapnya.

Ada pepatah bijak yang sering kita dengar  yaitu life is choosingYa dalam menyusuri puzzel kehidupan ini kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan, ungkapnya lagi.

Memilih pemimpin adalah salah satu point penting dalam perjalanan hidup. Karena ditangan pemimpinlah keputusan dan kebijakan dibuat, apakah membela rakyat atau membela pemilik modal.

Mari kita wariskan kepada anak cucu kita dan generasi mendatang sebuah tatanan dan tradisi politik yang baik, ungkapnya. (aiz)


Berita Terkait



add images