iklan Pengamat politik Muhammad Farisi.
Pengamat politik Muhammad Farisi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Debat terbuka pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tebo digelar malam ini, Rabu (25/1). Debat terbuka tersebut diminta tidak hanya menjadi seremonial saja.

Debat pasangan Cabup-Cawabup Tebo merupakan debat terkahir dari tiga Pilkada jilid II di Provinsi Jambi. Dua debat sebelumnya, Sarolangun dan Muarojambi mendapatkan komentar beragam. Kaku dan penjabaran visi misi serta program yang tidak terarah menjadi trending tofik pembicaraan.

Melihat ini, pengamat politik Muhammad Farisi menilai hal itu terjadi disebabkan calon miskin akan visi misi serta program. Debat hanya dianggap formalitas yang merupakan salah satu bagian penggembira didalam Pilkada.

Sebagian calon masih miskin visi misi, sehingga penjabaran program menjadi tidak terukur. Calon juga menganggap debat hanya permolitas saja, akhirnya menjadi tidak serius, ujarnya.

Dia menyebutkan, penyusunan visi misi Paslon bukanlah main-main. Karena dari sana, RPJMD akan disusun dan diterjemahkan untuk pemnangunan lima tahun kedepan.

Saya yakin para calon sudah mengatahaui apa tujuan debat. Visi misi itu di gunakan untuk menyusun RPJMD, jadi tidak main-main, katanya.

Dia mengaku acap kali Paslon tidak mampu mempertangung jawabkan dan menterjemahkan visi misi mereka di panggung terbuka. Target pembangunan, baik dibidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi menjadi tidak konkrit dan terukur. Begitu pula dengan target pencapaian.

Paslon itu harus tau kondisi wilayahnya. Tau pontesi,punya ide dan gagasan untuk menggerakkan potensi itu sebagai sumber PAD daerah, pungkasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images