iklan Ilustrasi titik api.
Ilustrasi titik api.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Provinsi Jambi merupakan daerah rawan terjadinya bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dari pantauan sejak tahun 2013 jumlah titik panas di Provinsi Jambi kian mengalami peningkatan. Namun, turun drastic pada tahun ini.

Kasi Penaganan Kebakaran Dony Osmond, mengatakan, titik panas di Provinsi Jambi ada sebanyak 1151 titik api dari pantauan pada 2013. Jumlah ini meningkat pada tahun berikutnya dengan jumlah 1152 titik panas, jumalah ini kembali meningkat secara signifikan pada tahun 2015 dengan jumlah titik panas sebanyak 1654 titik.

Jumlah tersebut menurun drastis pada tahun 2016 dengan 64 titik panas, dan untuk tahun 2017 saat ini baru terpantau 5 titik panas di provinsi Jambi, katanya.

Menjadi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, dari pantauan Dinas kehutanan Provinsi Jambi adalah kawasan lahan gambut, yang mendominasi wilayah provinsi Jambi. Untuk itu sesuai dengan  Inpres 1 tahun 2016 pembetukan Badan Retorasi Gambut (BRG), dan Jambi juga sudah melaksanakan hal tersebut yang secara langsung diketuai oleh Sekda.

Sementara itu untuk penagangan dan kegiatan pengendalian kebakaran Dinas Kehutanan Provinsi Jambi unutk tahun 2017 mengeluarkan anggaran untuk kebakaran lahan , sebesar 650 Juta, menurut Dony jumlah ini diluar dari dana penanganan kebakaran dari dinas terkait lainya.

Untuk itu saat ini pemerintah tengah melakukan pembahasan KPH yang saat juga masih belum jelas, penggodokan terus dilakukan oleh pemerintah provinsi mengingat kewenangan penaganan menjadi kewajiban Provinsi. (nur)


Berita Terkait



add images