JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) mengaku pihaknya mendukung sikap dari Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Muhamad Nasir yang menegaskan tidak ada kenaikan terhadap uang kuliah tunggal (UKT) tahun 2017.
"Kita komisi X setuju dengan sikap yang Menristek dikti yang menolak kenaikan uang kuliah tunggal di berbagai PTN," katanya.
Sebelumnya SAH mengatakan wacana kenaikan UKT 2017 sempat meresahkan mahasiswa karena jika ini terealisasi biaya pendidikan di kampus negeri akan lebih mahal meskipun kenaikan tarif khusus berlaku untuk kelompok atau kelas yang paling mahal.
Menurut anggota Fraksi partai Gerindra ini besaran UKT masing - masing kampus memang tergantung dari kebutuhannya, diputuskan oleh Rektor kampus tersebut.
"Meski UKT ditetapkan kampus besaran dana ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Kemenristek Dikti.," tuturnya.
Sehingga pihaknya mendukung sikap Muhamad Nasir untuk mencoret usulan tersebut jika memang telah di usulkan, ungkap pejuang pendidikan tersebut.
Selain itu ke depannya SAH meminta pemerintah mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap sistem pembayaran UKT yang diberlakukan PTN sejak tiga tahun lalu itu.
"Money penting untuk melihat daya dukung sistem UKT terkait dengan kelancaran dan program di tiap kampus, sejauh mana efektivitasnya, " pungkasnya.
Setelah selesai proses evaluasi dan apabila memang harus ada kenaikan SAH berharap kampus tidak menaikan UKT untuk golongan masyarakat tidak mampu.(mus)
