iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Beberapa proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Kerinci, akhir-akhir ini sering bekerja saat hari hujan. Hal tersebut bisa mengakibatkan jalan cepat rusak. Seperti pekerjaan pengaspalan jalan di Desa Betung Mudik, Batu Hampar, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kerinci dengan anggaran Rp18 Miliar.

Padahal, jalan tersebut minim tersentuh pembangunan hingga beberapa tahun. Kini pengaspalan diperlakukan pihak rekanan tanpa mengikuti pedoman dan prosedur yang tertuang dalam baku mutu teknis pelaksanaan. 

Anggota DPRD Kabupaten Kerinci, Elyusnadi juga sebagai Ketua Komisi III DPRD Kerinci mengatakan, dirinya sangat menyanyangkan banyaknya pembangunan jalan di Kerinci yang tidak sesuai dengan prosedur atau melakukan pengaspalan dalam hujan.

Menurut Elyusnadi, dalam aturan pengaspalan seharus tidak bisa dilakukan dalam keadaan tanah basah, karena kualitasnya tidak akan baik. 

"Jika pengaspalan dalam keadaan basah, bisa-bisa aspal tidak bisa menyatu dan jalan cepat rusak," katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kerinci meminta kepada pihak kontraktor atau rekanan untuk tidak memaksakan pengerjaan walaupun waktu sudah mepet. 

"Jangan paksakan pengaspalannya, jika mereka paksakan kualitasnya tidak akan maksimal," sebutnya. (adi)


Berita Terkait



add images