JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Masyarakat dibeberapa Kecamatan di Tanjabtim resah dengan mulai langkanya peredaran gas elpiji 3 kilo. Di Kecamatan Nipah Panjang, misalnya. Warga menduga hilangnya gas tersebut disebabkan dijual ke Provinsi tetangga.
"Hampir setiap malam saya melihat bongkar muat gas elpiji 3 kilo, yang dijual kepada warga Dabo Singkep Provinsi Kepri," ujar salah satu warga, Selasa (6/12).
Selain mengambil pasokan gas dari Kecamatan Nipah Panjang, warga asal Provinsi tetangga ini juga mengambil gas dari Kecamatan Sadu. Sehingga dua Kecamatan ini kerap terjadi kelangkaan gas.
"Ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada pengawasan. Saya hanya bisa melihat saja transaksi itu terjadi tapi tidak bisa berbuat apa apa, sebab saya tidak punya kewenangan," bebernya.
Terpisah, Kadisperindag Tanjabtim, M. Taher memastikan tidak ada gas yang dijual ke Provinsi tetangga, baik itu yang dilakukan oleh pangkalan maupun oleh pengecer. Kelangkaan yang terjadi karena tingginya kebutuhan masyarakat.
"Satu rumah tangga ada yang membeli dua atau tiga gas, sehingga pasokan kurang," terang Taher. (yos)
