IBU Rumah Tangga (IRT) harus cerdas dalam mengatur keuangan saat kondisi perekonomian sedang sulit. Jangan terjebak pada euforia yang membuat kondisi semakin sulit. Mulai dari mengatur untuk belanja rumah tangga, uang sekolah, jajan anak hingga menunda keperluan lain.
Ekonomi yang melemah serta merangkaknya sejumlah harga bahan pokok membuat sektor rumah tangga menjerit. Berbagai upayapun dilakukan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari pengiritan dan pengelolaan keuangan yang matang, hingga mencari penghasilan tambahan guna menunjang kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Suyatmi, warga Kenali Besar menuturkan, di masa yang sulit seperti sekarang ini, dia dan suaminya tidak bisa berbuat apa-apa. Mengandalkan penghasilan suami yang bekerja sebagai buruh bangunan, membuatnya harus pintar mengelola keuangan. Apalagi, kedua anaknya masih sekolah. Satu di bangku SD dan satu lagi di SMP.
Tahun ini teraso nian susahnyo. Beda dengan tahun sebelumnya, ungkapnya.
Diterangkannya, dalam sehari pengeluaran yang dilakukan mencapai lebih dari Rp 50 ribu. Harga bahan pokok yang mahal membuat angka tersebut bernilai sedikit. Dia mengaku, sekali belanja di warung bisa menghabiskan Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu. Padahal yang dibelanjakan hanya cabai, bawang, sayur, dan lauk seadanya.
Harga cabe mahal. Rp 7 ribu cuma dapat se ons. Dapat apo duit Rp 25 ribu tu, sebutnya.
Belum lagi untuk biaya transportasi suaminya bekerja dan antar jemput anak ke sekolah. Dalam sehari bisa menghabiskan hingga 2 liter bensin. Begitu pula dengan uang jajan anaknya sekitar Rp 10 ribu perhari. (azz)
