JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Kepala BPBD Tanjabtim, Jakfar mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan dua posko, masing-masing di Kecamatan Berbak dan Kecamatan Rantau Rasau. Personil juga telah disiagakan didua posko tersebut. Sebab dua Kecamatan ini adalah lokasi langganan banjir setiap tahunnya.
"Kami tetap akan berkoordinasi dengan semua unsur untuk kemungkinanan terjadinya banjir besar," katanya Jumat (25/11).
Dikatakannya, curah hujan yang tinggi akhirnya membuat kondisi air makin meningkat.
"Jalan lingkungan pemukiman warga juga sudah mulai menggenang. Bahkan air sudah meluap disekitar pintu air," jelasnya.
Menurut Jakfar, mulai (19/11 lalu tinggi air hanya 4,8 meter, lalu (21/11) meningkat menjadi 5,6 meter, dan saat ini tinggi air sudah mencapai 5,8 meter. Untuk lokasi potensi banjir masing-masing berada di Kecamatan Berbak, Rantau Rasau dan Kecamatan Dendang.
"Walaupun terjadi peningkatan permukaan air, tapi untuk rumah warga belum ada yang terendam. Air hanya merendam lahan pertanian saja," paparnya.
Sementara, Bupati Tanjabtim, H. Romi Hariyanto SE meminta BPBD untuk terus berkoordinasi dengan TNI/Polri. Jangan sampai dinas terkait tidak ada dilapangan saat banjir terjadi.
"Harus standby dilokasi, siagakan seluruh personil," tegas Bupati yang didampingi Kapolres dan unsur Forkompida usai kegiatan Apel Siaga Banjir.
Dia meminta dinas terkait untuk rutin mengirimkan laporan diwilayah yang rawan terjadinya banjir. Apalagi saat ini curah hujan sudah semkin tinggi, dikhawatirkan permukaan air sungai yang meluap kembali menggenangi perkampungan warga.
"Harus siap bertindak mengantisipasi terjadinya banjir," tandasnya.(yos)
