iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARABUNGO - Sepertinya, menjadi petani saat ini adalah solusi terbaik untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-sehari. Apalagi jika dibantu oleh Pemerintah Daerah, maka hasil tani akan lebih mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, bantuan tersebut jauh dari harapan. 

Seperti yang dijalani oleh Pasangan Muhamad Sodik Riono (28) dan Ria Rosiani (22) yang sudah sepuluh tahun bercocok tanam semangka. Warga unit Tujuh Kecamatan Pelepat Ilir, ini menaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

Padahal, Dalam kurun waktu sepuluh tahun tersebut cukup banyak masalah yang dilalui. Mulai dari kesulitan air, sampai kesulitan menangani hama tanaman, sementara ia tidak pernah mendapat bimbingan dari pihak penyuluh pertanian Kabupaten Bungo.

"Banyak rintangan yang kami alami selama sepuluh tahun bang. Kami tidak pernah dapat bimbingan maupun bantuan dari pemerintah, mau minta bantuanpun kami tidak tahu," Kata Rosiani.

Hingga saat ini, lanjut Rosiani, keluarganya masih kesulitan mencari air jika memasuki musim kemarau, sementara sumber air cukup jauh dari kebun semangka miliknya, dengan demikian ia sangat memerlukan pompa air.

"Kalau musim kemarau kami sangat butuh pompa air bang. Sumber air cukup jauh, kalau musim hujan kami bisa memanfaatkan air hujan, jadi kalau bisa kami minta bantuanlah kepada pemerintah," keluhnya.

Selain itu Rosiani beserta suaminya juga terkadang kesulitan untuk mendapatkan bibit, pupuk dan juga obat pembasmi hama. Terkadang ia juga mengalami kerugian akibat kebun semangkanya diserang hama. 

"Kalau ada penyuluh kami mungkin tidak kesulitan dalam menghadapi hama bang. Kalau sudah terkena hama hasilnya pasti sedikit, bahkan bisa gagal total. Apa lagi jenis semangka non biji yang kami tanam tergolong sensitif terhadap hama ,"paparnya. (hnd)


Berita Terkait



add images