iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Asisten II Setda Tanjabtim, Ibnu Hayat mengatakan, semenjak jatuhnya harga Tandan Buah Segar (TBS), menyebabkan petani sawit di dua Kecamatan di Tanjabtim, tidak lagi menanam sawit.

"Dua Kecamatan ini adalah Kecamatan Mendahara Ulu dan Kecamatan Rantau Rasau. Bahkan untuk Kecamatan Mendahara Ulu ada petani yang memilih menebang pohon sawit miliknya, dibandingkan meneruskan menanam tapi harga semakin jatuh," ujar Ibnu Hayat, Selasa (25/10).

Petani sawit di Tanjabtim telah merasakan jatuhnya harga sawit. Padahal harga perawatan sawit lumayan tinggi, namun tidak sepadan dengan hasil yang dikeluarkan.

"Kalau dihitung secara ekonomis memang sawit sudah tidak menjanjikan," terangnya.

Terlebih masyarakat yang memiliki perkebunan sawit di bawah lima hektar, maka diprediksi hasil yang didapat tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan sawit. (yos)


Berita Terkait



add images