JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH - Kantor Pengelolaan Pasar dan Parkir Kota Sungaipenuh saat ini dan kedepannya sedikit kewalahan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pasar. Bagaimana tidak, hal tersebut disebabkan semakin bertambahnya pedagang di pasar Sungaipenuh, sehingga lokasi pasar tidak sesuai dengan daya tampung seharusnya.
Kepala kantor pengelolaan Pasar dan Parkir Kota Sungaipenuh, Harianto, ketika dikonfirmasi mengatakan, jumlah pedagang sembako dan pedagang kaki lima di Kota Sungaipenuh saat ini melebihi daya tampung yang dimiliki Pasar Tradisional Tanjung Bajure. "Berdasarkan data uji petik DPPKAD jumlah pedagang yang menggantungkan mata pencahariannya di pasar tanjung bajure mencapai 700 orang, sedangkan daya tampung hanya berkisar 350 orang. 200 orang pedagang diantaranya terpaksa dipindahkan ke jalan M. Yamin karena adanya renovasi pasar," Ungkapnya.
Meski telah 8 tahun mekar dari Kabupaten Kerinci, Kota Sungaipenuh masih belum bisa meningkatkan sarana prasarana pasar, jumlah pedagang yang terus bertambah menjadi permasalahan yang sulit dipecahkan, karena tidak seimbangnya dengan fasilitas yang ada. (adi)
