JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL- Proyek pekerjaan drainase dalam kota kuala tungkal melalui dana asean development bank (adb) melalui program National Slum Upgrading Program senilai Rp8 milyar lebih diduga dikerjakan asal-asalan.
Pasalnya, pekerjaan yang dikerjakan oleh PT Krakatau ini banyak mendapat keluhan dari warga-warga. Terlebih seperti tidak menciptakan keindahan saat mengerjakan proyek drainase tersebut dengan banyaknya tumpukan material-material yang menumpuk.
Menumpuknya material tersebut pun membuat, debu-debu bertebaran sehingga menyulitkan masyarakat dalam Kota Kualatungkal.
"Material menumpuk sampai setengah jalan, Debunya berterbaran, pekerjanya seperti lepas tangan dengan gawean ini," ujar Rafli warga yang melintas di jalan Kota Kualatungkal, Rabu (12/10).
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tanjabbar, Adam, mengatakan hak pengguna jalan harus tetap dikedepankan. Karena pengguna berbahaya jika jalannya dipotong seperti itu.
"Kami menyesalkan pekerjaan yang memakan hingga menutup jalan, hak pengguna jalan harus tetap dikedepankan, karena keselamatan nomor satu, kontraktornya harus lebih teliti itu," tutupnya. (sun)
