iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Suhu politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) di Tebo Februari 2017 mendatang semakin dinamis dan tentunya semakin menarik untuk disimak.
Terkahir, peluang head to head sepertinya sulit dihindari antara penantang dan calon incumbent pasangan Sukandar-Syahlan.

Pasangan ini didukung Golkar, PDIP dan PAN dengan 20 dukungan dari 35 kursi dilegislatif. Belum lagi 2 dukungan PKS.

Bertolak dari fenomena ini, Demokrat, Gerindra, PKB, Hanura dan NasDem mulai menyatukan kekuatan. Karena 13 kursi dari kelima partai hanya bisa mengusung satu pasangan calon.

Hanya saja, penentu terletak pada koalisi Demokrat dan Gerindra yang secara terbuka telah menyatakan perang melawan incumbent. Tak ayal, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto terus menggodok jagoaannya untuk didorong maju.

Dua nama tenar, Yopi Mutholib dan Hamdi kini menjadi pilihan. Bahkan tidak menutup kemungkinan keduanya disandingkan untuk meredam kekuatan petahana. Namun demikian, Ketua DPC Demokrat Syamsurizal alias Iday juga masih punya kans.

Pilihan ini diambil setelah melihat dinamika politik, peta kekuatan dan geografis Kabupaten Tebo. Baik Yopi Mutholib, Hamdi maupun Iday merupakan kandidat yang notabenenya memiliki lumbung suara di Aliran Sungai Batanghari.

Wilayah ini terdiri dari sembilan kecamatan yakni Tebo Ilir, Tebo Ulu, Tebo Tengah, Muaro Tabir, Serai Serumpun, Tujuh Koto, Tujuh Koto Ilir, Sumai dan Tengah Ilir dengan jumlah 148.367 pemilih. Sedangkan Sukandar memiliki lumbung suara di wilayah Rimbo yang terdiri dari tiga kecamatan yakni Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir dengan jumlah 87.415 pemilih.

Lantas jika head to head siapa yang diuntungkan? pengamat politik Jambi, Jafar ahmad mengatakan meski tidak terlalu mengamati dan menganalisa dinamika politik Tebo, tapi dari beberapa survey setidaknya Sukandar masih kuat untuk bertarung kembali. Menurutnya sepanjang Jawa solid dan tokoh utama hanya Sukandar maka masih diperhitungkan kekutannya.

Sepanjang jawa itu solid dan tokoh utamanya hanya Sukandar maka ia masih kuat. Karena Sukandar tetap akan menjadi figur terbaik di masyarakat Jawa, ucapnya.

 Belum lagi jika nanti petahana bisa membangun jaringan di kelompok melayu yang solidaritasnya masih rapuh. Apalagi, Sukandar kembali menggandeng Cawabup dari aliran Batanghari.

Kalau Sukandar bisa membangun jaringan di kelompok melayu yang ikatan solidaritasnya tidak terlalu kuat. Jadi kalau dilihat di Tebo saat ini Sukandar masih kuat, sepanjang jawa bisa disatukan, ucapnya.

Meski begitu, panantang juga tidak bisa diremehkan. Seperti halnya Yopi Mutholib atau Hamdi juga memiliki kekuatan yang mengakar di tingkat bawah.
Yopi dan Hamdi ini juga tokoh di sana (Tebo, red) mereka pasti mempunyai loyalis. Keduanya nanti pasti akan memainkan posisi strategis untuk menggerus kontong-kantong suara di basis masing-masing, katanya.

Pengamat politik lainnya, Hadi Suprapto Rusli mengatakan, jika terjadi head to head di, maka Pilkada Tebo akan menarik. Karena dari ini akan terlihat ukuran kepuasan terhadap kepemimpinan incumbent.

Akan manarik, kalau incumbent akan tergantung kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan pada periode sebelumnya, sebutnya.

Hanya saja, ia menilai Yopi cenderung lebih berpotensi untuk unggul. Alasannya, karena sebagai penantang masih memilki basis dan didukung dengan logistik.

Pertarungan itu tidak bisa terlepas dengan logistik, kalau tidak ada maka juga lumayan kerepotan. Tapi yopi juga harus waspada karena kontong suara di aliran Batanghari juga bisa tergerus, ucapnya.

Sejauh ini, katanya, pada beberapa Pilkada calon incumbent selalu tumbang jika terjadi adu kambing. Menurutnya penomena ini terjadi karena calon incumbent biasanya memilki kepercayaan tinggii sehingga mengabaikan halhal yang kecil.

Incumbent itu tumbang selain karena tingkat kepuasan, biasanya juga karena terlalu percaya diri dan mengabaikan hal yang kecil seperti komunikasi dan sebagainya yang pada ujungnya bisa menjadi masalah, jelasnya.

Lebih lanjut, penentuan wakil juga menjadi salah satu kunci. Dimana penentukan wakil yang tepat oleh kandidat diharapakan bisa memberikan konstibusi dalam pertarungan.
Penentuan wakil juga harus tepat. Kalau tepat Sukandar bisa mencuri suara. Sebaliknya juga seperti itu dengan Yopi ataupun Hamdi, katanya. (aiz)

Berita Terkait



add images